_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"http://suaranasional.com","Category":"http://suaranasional.com/category/news/butuh-bantuan/","Archive":"http://suaranasional.com/2017/02/","Post":"http://suaranasional.com/2017/02/25/imigrasi-palangkaraya-usir-warga-china/","Page":"http://suaranasional.com/karir/","Attachment":"http://suaranasional.com/2017/02/25/imigrasi-palangkaraya-usir-warga-china/antarafoto-imigrasi-kediri-deportasi-wna-tionghoa-040216-pf-5/","Nav_menu_item":"http://suaranasional.com/2016/03/11/5480/","Vecb_editor_buttons":"http://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Sunday , 26 February 2017
Breaking News
Home > Politik > Sebut Medsos Mendelegitimasi Pemerintah, Pemerintah Jokowi Takut Dikritik 

Sebut Medsos Mendelegitimasi Pemerintah, Pemerintah Jokowi Takut Dikritik 

Social media

Social Media – Ist

Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki yang mengatakan media sosial (medsos) mendelegitimasi pemerintah menandakan Rezim Jokowi takut dikritik dan sukanya dijilat.

Demikian dikatakan pengamat politik Achsin Ibnu Masduki kepada suaranasional, Ahad (1/1). “Harusnya pemerintah Jokowi tak perlu takut kritikan dari netizen terlebih lagi saat ini sudah cerdas,” ungkap Achsin.

Kata Achsin, kritik netizen melalui medsos terhadap pemerintah karena media mainstream dianggap berpihak pada penguasa. “Satu-satunya yang bisa disuarakan melalui medsos,” jelas Achsin.

Menurut Achsin, Pemerintah Jokowi harus belajar dari SBY dalam menghadapi kritikan di medsos. “Dulu di era SBY kritikan di medsos luar biasa tetapi dibiarkan saja,” papar Achsin.

Achsin menyayangkan pemerintah yang terlihat takut terhadap kritikan di medsos. “Mau kritikan pedas ala bahasa rakyat pemerintah harus menerima. Dan yang terpenting pemerintah itu mendengar aspirasi rakyat melaksanakan janjinya,” pungkas Achsin.

Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengakui pemerintah saat ini melihat permasalahan media sosial sebagai sesuatu yang serius.

Oleh karena itu lah Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas khusus membahas antisipasi mengenai media sosial.

“Saya kira kenapa dibikin ratas kemarin, memang ini sudah kita lihat sebagai suatu hal yg serius penggunaan medsos untuk mendelegitimasi pemerintah,” kata Teten di Kompleks Istana Kepresidenan, Senayan, Jakarta, Jumat (30/12).

 

loading...
loading...