Guru Besar UI: Jokowi Menghina Rakyatnya Sendiri

Presiden Jokowi - Foto iberita
Presiden Jokowi – Foto iberita

Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) telah menghina rakyat sendiri dengan memberikan peluang tenaga asing khususnya masuk menjadi tenaga kerja di Indonesia.

“Rakyat Indonesia dihina oleh pemerintah “yang dipilih rakyak”. Untuk rakyat yang memilih pemerintah ini tidak terbuka lapangan kerja,” kata Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Prof Sri Edi Swasono dalam keterangan kepada suaranasional, Rabu (1/7).

Menurut Sri Edi, yang terjadi justru Pemerintah Jokowi membuka pintu masuk para pekerja kasar dari China.

Baca juga:  Kajian Politik Merah Putih Mencium Prediksi Rencana Jahat Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

“orang-orang dari China yang jorok dibukakan pintu masuk Indonedia dan dibiarkan menyeroboti lapangan kerja jang menjadi ‘hak sosial’ rakyatnya sendir,” ungkap Sri Edi.

Kata Sri Edi, saat ini rakyat Indonesia masih belum banyak mendapat pekerjaan, justru orang asing diperlukan menjadi tenaga kasar di wilayah NKRI.

“Banyak rakyat yang masih belum dapat pekerjaan. Ini kejahatan konstitusional yang menusuk keadilan. Rakyat Indonesia sendiri sampai meresikokan diri dipancung leher sebagai TKW di luar negeri,” papar Sri Edi.

Sri Edi mengatakan, pemerintah hanya tertawa saja ketika diingatkan kasus seperti ini karena merasa jabatannya bukan dari rakyat tetapi partai politik.

Baca juga:  Utang dari China untuk Lingkaran Kekuasaan Jokowi?

“Bukan dikasih ke rakyat. Dia mengakui, di balikpPartai adalah para cukong-cukong, blantik-blantik politik,” pungkas Sri Edi.