_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/10/","Post":"https://suaranasional.com/2017/10/22/pendeta-gilbert-pasang-foto-wanita-berjilbab-dengan-tulisan-mencuri-toleransi/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/10/22/pendeta-gilbert-pasang-foto-wanita-berjilbab-dengan-tulisan-mencuri-toleransi/img_20171022_155513-jpg/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2017/09/26/politik/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Sunday , 22 October 2017
Breaking News
Home > Tag Archives: Salim Hutadjulu (page 5)

Tag Archives: Salim Hutadjulu

Aktivis Malari 74: Ahok Sumber Perpecahan Bangsa

Kondisi perpolitkan bangsa Indonesia makin memanas karena kelakuan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menistakan agama. “Ini karena ada oknum pejabat yang melakukan penistaan agama sehingga menimbulkan perpecahan bangsa,” kata aktivis Malapetaka Limabelas Januari (Malari) 1974 Salim Hutadjulu kepada suaranasional, Selasa (1/11). Kata Salim, sikap dan pernyataan Ahok menjadi pemicu perpecahan bangsa Indonesia. “Karena seorang biang kerok, kita semua baku hantam,” ... Selengkapnya »

Aktivis Malari 74: Demo di Berbagai Daerah, Bukti Rakyat Makin tak Percaya Rezim Jokowi

Demo di berbagai daerah menunjukkan rakyat dan berbagai komponen masyarakat makin tidak percaya kepada Rezim Joko Widodo (Jokowi). “Demo di berbagai daerah menjadi bukti Keresahan, kemarahan rakyat makin memuncak terhadap penguasa saat ini,” kata Aktivis Malapetaka Limabelas Januari (Malari) 1974 Salim Hutadjulu kepada suaranasional, Selasa (25/10). BACA JUGA: Terbongkar Menangkan Ahok, Survei SMRC Salah Secara Metodologi Ilmiah Ahok Diperiksa Bareskrim, ... Selengkapnya »

Aktivis Malari 74 Tegaskan Situasi Negara Makin Membahayakan

Situasi negara saat ini sangat membahayakan dengan tidak tuntasnya penegakan hukum dan penderitaan rakyat di mana-mana. “Ketika situasi politik, ekonomi dan sosial makin gaduh. Ini membahayakan bagi negara,” kata Aktivis Malapetaka Limabelas Januari (Malari) 1974 Salim Hutadjulu kepada suaranasional, Jumat (14/10). Kata Salim, kondisi negara makin kacau ditambah isu SARA di Pilkada DKI Jakarta yang tidak diselesaikan secara hukum. “Ini ... Selengkapnya »

Peristiwa seperti Malari 1974 Bisa Terulang Lagi di Era Jokowi

Peristiwa Malapetaka Limabelas Januari (Malari) 1974 di mana rakyat bersama mahasiswa memprotes kebijakan rezim saat itu bisa terulang lagi di Rezim Jokowi. Demikian dikatakan aktivis Malari 1974 Salim Hutadjulu kepada suaranasional, Senin (10/10). “Kondisinya mirip saat itu, tunggu momentumnya saja,” ungkap Salim. Salim yang sempat dipenjara era Soeharto dan dibebaskan pada 10 Oktober 1974 atas peristiwa Jaksa Agung Ali Said. ... Selengkapnya »

Aktivis Malari 1974: Rezim Saat Ini Pemimpin Oplosan

Kondisi bangsa Indonesia yang sedang carut marut dan terjadi kenaikan kebutuhan harga pokok mendapat tanggapan berbagai pihak termasuk aktivis Malapetaka Limabelas Januari (Malari) 1974 Salim Hutadjulu. Salim melihat kondisi bangsa Indonesia yang makin mengkhawatirkan karena pemimpinnya tidak berpihak pada rakyat. “Pemimpinnya oplosan,” tegas mantan tahanan politik era Soeharto ini kepada suaranasional, Rabu (5/10). Kata pria yang masih aktif berdemonstrasi bersama ... Selengkapnya »

Aktivis Malari 1974: Tabrak Hukum Kasus Reklamasi, Rezim Jokowi di Ketiak Cukong dan Taipan

Rezim Joko Widodo (Jokowi) yang meneruskan reklamasi Pulau G padahal masih dalam proses hukum menandakan penguasa saat ini menabrak aturan yang sudah ada. “Proses hukum kasus reklamasi Pulau G tidak dihormati demi cukong dan taipan,” kata Aktivis Malapetaka Limabelas Januari (Malari) 1974 Salim Hutadjulu kepada suaranasional, Selasa (4/10). Kata Salim, saat ini penguasa hanya menindas rakyat kecil dan berpihak kepada ... Selengkapnya »

Aktivis Malari 1974: Pers Era Jokowi Hanya Jadi Jubir Pemerintah

Pers di era Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) hanya menjadi juru bicara (Jubir) pemerintah dan bukan sebagai alat kontrol. “Hanya karena Presiden Jokowi jalan-jalan di mal jadi berita. Pers hanya jadi jubir pemerintah saja,” kata Aktivis Malapetaka Limabelas Januari (Malari) 1974 Salim Hutadjulu kepada suaranasional, Senin (3/9). Salim menyesalkan pers tidak memberitakan demo buruh, mahasiswa dan rakyat yang menolak kebijakan pemerintah. ... Selengkapnya »

Aktivis Malari 74: Teruskan Reklamasi, Rezim Jokowi Injak-injak Hukum Demi Uang Cukong dan Taipan

Reklamasi di Teluk Jakarta sangat merugikan rakyat khususnya nelayan dan hanya menguntungkan cukong dan taipan. “Reklamasi yang untung cukong dan taipan,” kata Aktivis Malapetaka Limabelas Januari (Malari) 1974, Salim Hutadjulu kepada suaranasional, Jumat (30/9). Kata mantan tahanan politik era Presiden Soeharto, meneruskan reklamasi Pulau G penguasa khususnya Menko Maritim Luhut Panjaitan melanggar hukum. “Majelis hakim di Pengadilan Tata Usaha Negara ... Selengkapnya »

Aktivis Malari 1974: Aktivis Senior Siap Turun ke Jalan Libas Penguasa Zalim

Para aktivis senior lintas universitas mengadakan pertemuan untuk menyelamatkan bangsa Indonesia dari penguasaan asing dan aseng. “Penguasa zalim yang didukung asing dan aseng membuat kita aktivis senior turun bersama buruh, mahasiswa dan rakyat,” kata Malapetaka Limabelas Januari (Malari) 1974 Salim Hutadjulu dalam pernyataan kepada suaranasional, Kamis (29/9). Kata Salim, aktivis senior lintas kampus seperti ITB, IPB, UI maupun universitas lainnya ... Selengkapnya »

Aktivis Malari 1974: Era Jokowi, Orde Reklamasi Pelayan Cukong dan Taipan

Penguasa saat ini lebih tepat disebut Orde Reklamasi karena sebagai pelayan dan penghibur cukong dan taipan yang sedang menjalankan proyek reklamasi di teluk Jakarta. “Penguasa sekarang lebih tepat disebut Orde Reklamasi dan Tax Amnesty karena lebih menguntungkan ke cukong ke taipan daripada rakyat,” kata aktivis Malapetaka Limabelas (Malari) 1974 Salim Hutadjulu kepada suaranasional, Rabu (28/9). Kata tahanan politik era Presiden ... Selengkapnya »