Umat Islam & 4 Partai Perlu Hati-hati Ancaman Pembunuhan dari Victor NasDem

Umat Islam dan empat partai politik harus hati-hati atas ancamam pembunuhan yang diutarakan politikus Partai NasDem Victor Laiskodat. "Buat kader 4 partai dan umat Islam perlu hati-hati, perlu berasumsi Victor hanya juru bicara dari kelompok yg rencanakan pembunuhan," kata Staf Khusus era Presiden SBY Andi Arief di akun Twitter-nya @_andiarief. Andi khawatir Victor Laiskodat tidak…

Seperti di Filipina, Mantan Presiden SBY Bisa Serukan Mobilisasi Massa

Presiden Susilo keenam Bambang Yudhoyono (SBY) bisa saja memobilisasi massa seperti mantan Presiden Filipina Fidel Ramos dan Cory Aquiono saat menggulingkan kekuasaan Josep Estrada. "Apakah kalian pembully SBY menginginkan mantan Presiden ini tidak sekedar mentuit tapi mengikuti cara filipina?," kata Staf Khusus Era Presiden SBY, Andi Arief di akun Twitter-nya. Kata mantan aktivis SMID ini,…

Staf Khusus Era Presiden SBY Bongkar Tipuan Ahok Rp10 Triliun, Apa Itu?

Staf Khusus era Presiden SBY, Andi Arief membongkar dana Rp10 triliun yang digunakan Ahok-Djarot sebagai dana bansos. "Ahok pembohong, selama memimpin di Jakarta bersama Jokowi /jarot sudah menyedot 10 T lebih dana bantuan sosial dg proposal doang," kata Andi di akun Twitter-nya @AndiArief_AA. Kata Andi, kebohongan Ahok juga terlihat penggunaan anggaran yang digunakan untuk KJP…

Staf Khusus Era SBY Sebut Jokowi di Belakang Ruhut Sitompul Merusak Partai Demokrat

Berdasarkan kabar yang beredar Presiden Joko Widodo (Jokowi) ada di belakang Ruhut Sitompul dengan tujuan merusak Partai Demokrat. "Saya mendapat kabar, Presiden Jokowi berada di belakang Ruhut Sitompul merusak Partai Demokrat," kata Andi Arief di akun Twitter-nya @AndiArief_AA Kata mantan aktivis SMID ini, Jokowi memanfaatkan Ruhut karena takut Agus Yudhoyono menjadi pemenang di Pilkada DKI…

Staf Khusus Era SBY Tegaskan Tempat Ibadah Harus Jelaskan Bahaya Penggusuran

Tempat ibadah seperti masjid, gereja, wihara harus menjadi tempat untuk menjelaskan tindakan yang melawan kemanusiaan seperti penggusuran maupun melawan kezaliman. "Penggusuran perbuatan melawan kemanusiaan harus dijelaskan di mesjid, di gereja, di kampung-kampung. Karena media saat ini penggusuran itu mulia," kata staf khusus Era Presiden SBY, Andi Arief di akun Twitter-nya @AndiArief_AA. Kata Andi Arief, mesjid,…

Sadar Tuannya Banyak Kesalahan, Penjilat Jokowi Mulai Siuman

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang banyak membuat kesalahan membuat sebagaian pendukungnya mengecam mantan Wali Kota Solo. Pendukung Jokowi yang terdiri dari kalangan intelektual dan media massa mulai siuman terhadap banyak kesalahan yang dilakukan orang nomor satu di Indonesia itu. "Ada perluasan spektrum pengecam jokowi dalam kasus arcandra. Datang dari Media dan partai pendukung serta intelektual.…

Ahok Pecat dan Marahi Kepala Dinas Pertamanan Sampai Pingsan

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) marah  kepada Kepala Dinas Pertamanan Ratna Diah Kurniati dan langsung diganti karena menolak kebijakan mantan Bupati Belitung itu membeli lahan bekas Kedutaan Besar Inggris Rp500 miliar dengan luas 4800 meter. "Kepala dinas pertamanan DKI diganti karena tak mau sumber waras terulang, Kabarnya dimaki sampe pingsan di depan dubes…

Setelah Kebohongan Dibongkar Sri Mulyani, Jokowi Harus Minta Maaf ke Rakyat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus meminta maaf kepada rakyat Indonesia karena telah berbohong dalam penyusunan APBN. "Semestinya Jokowi meminta maaf dan meneteskan air mata di depan rakyat atas kebohongan ekonomi yang membahayakan selama hampir dua tahun ini," kata staf khusus era Presiden SBY, Andi Arief di akun Twitter-nya @AndiArief_AA. Menurut Andi, ekonomi era Presiden Jokowi…

Staf Khusus Era SBY: Ahok tak Jadi Tersangka, Terima Kasih Pak Jokowi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sudah menyatakan menutup kasus RS Sumber Waras karena tidak ada korupsi mendapat sindiran dari staf khusus era Presiden SBY, Andi Arief. Andi Arief mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena bakal calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak jadi tersangka. "Ahok tidak jadi tersangka, Terima kasih…

Larangan Demo di KPK, Staf Khusus Era SBY: Kita Bangsa Apa?

Aparat kepolisian melarang Ahmad Dhani Cs berdemo dan menggelar konser di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (2/6). Staf Khusus era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Andi Arief ikut berkomentar sikap aparat kepolisian tersebut. "Puluhan Ribuan demo dengan sound system selama ini gak pernah dilarang, rakyat bebas bersuara, sekarang diamankan, KITA INI BANGSA APA?" kata Andi…

Staf Khusus Era SBY Bongkar Ada Upaya Suap Auditor BPK dalam Kasus RS Sumber Waras

Staf Khusus era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Andi Arief membongkar adanya upaya menyuap auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) "Siapa yang mencoba menyuap Efdinal auditor BPK? Tugas KPK menemukannya. Tidak susah menangkap koruptor kasus sumber waras," kata Andi Arief @AndiArief_AA. Andi mengatakan, ada upaya menyuap audit BPK dalam kasus RS Sumber Waras tetapi gagal. "Kalau…

Presiden Ngotot tak Bekukan Ojek Online, Anak Jokowi Punya Saham?

Berdasarkan kabar yang beredar bersikerasnya presiden tidak menutup ojek online karena anak Joko Widodo (Jokowi) punya saham di bisnis tersebut. "Kabarnya ada saham anak petinggi negara di kendaraan on line yang ribut dengan pengendara taksi legal? Pantes istana keras kepala," kata Staf Khusus Era Presiden SBY, Andi Arief melalui akun Twitter-nya @AndiArief_AA. Andi Arief mengatakan,…

Staf Khusus Era SBY Tuding Istri Jokowi Permainkan Jilbab

Staf Khusus era Presiden SBY, Andi Arief mengungkapkan istri Presiden JOko Widodo (Jokowi) berani mempermainkan jilbab karena tidak konstisten memakai busana Muslimah. Menurut Andi, jilbab yang merupakan perintah agama bisa dipermainkan Irinan apalagi nasib Y Paonganan (Ongen) yang dipenjara dengan tudingan pornografi dengan memasang foto mantan Wali Kota Solo itu dengan artis Nikita Mirzani di…

Mantan Staf Khusus SBY: Jokowi Kampret, Mundur Saja

Mantan Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Andi Arief mengkritik keras Surat Edaran dari Kapolri tentang Penebar Kebencian. Mantan aktivis SMID langsung nengungkapkan Surat Edaran ini karena Rezim Joko Widodo. "Jokowi kampret, Jokowi mundur saja," ungkap Andi di akun Twitter-nya @AndiArief_AA. Andi pun menyarankan salah satu folliwer-nya untuk melawan Jokowi bahkan sampai menurunkan dari…