Suara Nasional

Bolehkan Pemimpin Non Muslim, Putra KH Maimoen Zubair Minta Maaf

Putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair, DR KH Abdul Ghofur Maimoen (Gus Ghofur) mengucapkan permintaan maaf telah terlibat dalam bahtsul masail GP Ansor yang isinya memperbolehkan pemimpin non muslim. "Kami, baik sebagai Mushohhih maupun sebagai pribadi, mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan yang diakibatkan bahtsul masail dan keteledoran ini," kata Gus Ghofur di akun Facebook-nya.…

Terbongkar, Tim Ahok-Djarot Sebarkan Fitnah Kasus Nenek Sidup

Menjelang pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, tensi semakin memanas. Beberapa berita hoax banyak tersebar. Salah satunya, berita mengenai seorang nenek berusia 81 tahun yang aliran listrik rumahnya dimatikan Front Pembela Islam (FPI) karena membela salah satu calon. Berita mengenai pemadaman listrik secara paksa di rumah nenek Sidup oleh FPI memang sempat ramai beredar…

Aktivis Malari 74: Rezim Jokowi Amburadul

Rezim Joko Widodo (Jokowi) sangat amburadul dalam mengelola negara di mana banyak aturan hukum yang dilanggar. "Bukan hanya Mahkamah Agung (MA) yang amburadul, tetapi rezim sekarang ini juga amburadul," kata aktivis Malari 1974, Salim Hutadjulu kepada suaranasional, Jumat (7/4). Kata Salim, Rezim yang amburadul karena tidak berpengalaman dan terpilih berdasarkan citra. "Dan pencitraan dilakukan untuk…

NU Tolak Acara Shalawat yang Dihadiri Habib Rizieq

Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bogor menolak bergabung acara shalawat yang dihadiri Habib Rizieq. "NU dan seluruh tokoh agama di Kabupaten Bogor sudah rapat. Intinya NU menolak," Ketua PCNU Kabupaten Bogor, KH Romdoni beberapa waktu lalu. Kiai Romdani menanggapi seperti itu terkait acara ‘Jabar Bershalawat’ yang rencananya akan digelar pada 8 April 2017 dan dihadiri Habib…

Santri Pembela NKRI: Polisi yang Bubarkan Acara Zakir Naik di Bekasi atau Kami Bubarkan Sendiri

Acara Zakir Naik di Bekasi harus dibubarkan karena mengancam NKRI dan memunculkan permusuhan antar umat beragama. "Ceramah Zakir Naik sangat berbahaya bagi NKRI, dan polisi harus bubarkan atau kami para santri yang bubarkan sendiri," kata Koordinator Santri Pembela NKRI (SPN) Muhammad Rodhi Jauhari El Demawy dalam pernyataan kepada suaranasional, Kamis (6/4). Menurut Rodhi, ceramah yang…

PWNU DKI Sebut Ahok Pemimpin yang Sejahterakan Imam Masjid & Pengurusnya

Katib PWNU DKI Jakarta KH Ahmad Djauhari mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada DKI Jakarta. "Kami sepakat pilih pemimpin yang menyejahterakan imam masjid," kata Djauhari dalam pengajian beberapa waktu lalu. Pemimpin yang dimaksud oleh Djauhari adalah pasangan Ahok-Djarot. Pasangan nomor urut dua ini dinilainya sebagai sosok pemimpin yang berkomitmen untuk menyejahterakan Imam Masjid. Djauhari…

Sebut Massa Makar Lewat Gorong-gorong Duduki DPR, Alasan Polisi Paling Konyol & tak Masuk Akal

Alasan aparat kepolisian paling konyol dan tidak masuk akal dengan menyebut massa yang akan makar masuk gorong-gorong dan langsung menduduki DPR. Demikian dikatakan aktivis Rahman Simatupang dalam keterangan kepada suaranasional, Rabu (5/4). Kata Rahman, gorong-gorong di DPR itu sulit untuk dimasuki dan ketika menembus DPR pun harus berhadapan dengan aparat kepolisian. "Dari alasan polisi sudah…

Nusron Wahid Sebut Pilih Ahok-Djarot Bagian Ahlussunnah Waljamaah

Mantan Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid menyebut memilih Ahok-Djarot bagian dari Ahlussunnah Waljamaah. Demikian dikatakan dalam pengajian Partai Golkar Jakarta Selatan, di Raja Konro, Jakarta beberapa waktu lalu. Kata Nusron, belum pernah ada Gubernur DKI Jakarta yang memutuskan adanya gaji bagi imam masjid, imam musala, ustaz, dan majelis taklim. Kemudian, imam masjid akan mengikuti…

Mantan Relawan Jokowi: Pemimpin Bangsa Saat Ini Seorang Tiran

Saat ini bangsa Indonesia dipimpin seorang tiran karena sukanya menangkap dan memenjarakan para pengkritik. "Ini perlakuan seorang tiran yang tidak boleh dibiarkan tanpa kritik dan harus diluruskan," kata mantan Relawan Jokowi, Ferdinand Hutahean kepada suaranasional, Rabu (5/4). Kata Ferdinand, aktivis yang ditangkap menjelang 212 dan labeli gelar tersangka makar hingga kini tidak jelas juntrungannya, bahkan…

Direktur NU Online Sebut Zakir Naik Berbahaya bagi Islam dan NKRI

Direktur NU Online, Savic Ali mengkritik keras safari dakwah Zakir Naik di Indonesia. "Knapa gw komentari Zakir Naik? Ya karna kalo byk agamawan hobi nguliti agama lain bakal "Perang Salib" lg? Paham?," Savic di akun Twitter-nya @savicali. Savic menyebut apa yang dilakukan Zakir Naik bukan “bilhikmah” (dakwah dengan cara arif dan bijaksana). “Apakah yang dilakukan…

Bertemu Ulama setelah Al Khaththath Cs Ditangkap, Cara Jokowi Pecah Belah Umat Islam

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berupaya melakukan politik pecah bambu dengan bertemu ulama dengan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththathditangkap dengan tuduhan makar sebelum aksi 313. Demikian dikatakan pengamat politik Muslim Arbi kepada suaranasional, Rabu (5/4). "Dan pola yang sama dilakukan Jokowi jelang dan pasca 212," ungkap Muslim. Menurut Muslim, umat Islam dan rakyat…

Santri Badja Nilai Pilih Ahok-Djarot Peroleh Pahala dari Allah

Masyarakat Jakarta yang memilih Ahok-Djarot di Pilkada DKI Jakarta akan mendapatkan pahala dari Allah karena telah melakukan kebaikan untuk ibu kota ke depan lebih baik. "Pilih Ahok-Djarot akan mendapatkan pahala dari Allah SWT," kata Koordinator Santri Basuki-Djarot (Badja) Muhammad Hisyam dalam pernyataan kepada suaranasional, Rabu (5/4). Kata Hisyam, Ahok-Badja telah banyak memberikan manfaat dan kebaikan…

Kabupaten Buleleng Usir Warga China

Kantor Imigrasi Kelas II-B Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, mendeportasi tujuh orang tenaga kerja asing (TKA) asal Cina yang menjadi pekerja di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang. "Sebelumnya, kami telah memeriksa delapan orang TKA, tetapi hanya satu orang yang mengantongi dokumen lengkap," kata Kepala Imigrasi Singaraja, Viktor Manurung, Selasa (4/4). Sebelumnya, Imigrasi memeriksa delapan…

Satu Juta Rumah Rakyat Jokowi Hoax?

Anggaran yang dialokasikan negara untuk perumahan murah buat rakyat terus naik atau membesar. Tapi anehnya target penyediaan rumah murah untuk rakyat terus turun atau mengecil. Demikian dikatakan pengamat politik dan ekonomi Salamuddin Daeng kepada suaranasional, Selasa (4/4). Kata Salamuddin, Uang negara tiap tahun dialokasikan untuk subsidi rumah. Tahun 2009 pemerintah alokasikan pagu anggaran Rp.2,5 triliun…