Ini Dia Bukti Jokowi Dukung Perdagangan Satwa Liar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dituding mendukung perdagangan satwa liar karena memborong burung liar di Pasar Pramuka dan melepaskannya ke alam bebas sebagai cara untuk menjaga ekosistem.  "Sebenarnya, apa yang presiden lakukan adalah mendukung kejahatan perdagangan ilegal satwa liar di pasar satwa. Presiden seharusnya menutup pasar Pramuka yang memperdagangkan satwa liar, bukan malah berbelanja di sana,"…

Jokowi Presiden Paling Narsis, Jago Akting dan Pencitraan, Ini Buktinya

Presiden Joko Widodo (Jokowi) jago akting dengan meminta fotografer memotretnya saat melepaskan ratusan kodok. Bukan itu saja, saat berada di Raja Ampat akting di depan kamera foto menikmati sunrise 2016. "Kalau anak muda sekarang istilahnya Jokowi itu narsis, tidak ada senarsis presiden Indonesia selain Jokowi. Ini menunjukkan bahwa dirinya hebat," ungkap pengamat politik Muhammad Huda…

Televisi Milik Bos NasDem Fitnah Wahdah Islamiyah Bagian dari Teroris

Metro Tv yang notabene televisi milik Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebarkan berita fitnah bahwa Wahdah Islamiyah bagian terorisme. Ustadz Yusuf Mansur langsung mengklarifikasi terkait Wahdah Islamiyah melalui akun Twitter-nya. "Wahdah Islamiyah, dg pimpinannya yakni Ust Zaitun, bukan lembaga teroris & bukan pula jaringan teroris. InsyaaAllah saya mengenal dg baik," kata Ustadz Yusuf Mansur…

Patung Jenderal Sudirman Roboh di Purbalingga, Alam tak Suka Jokowi dan Bisa Lengser

Robohnya patung Jenderal Sudirman di Purbalingga menandakan perpolitikan nasional makin panas. Selain itu ada kejadian besar melanda bangsa Indonesia. Demikian dikatakan paranormal Ki Kendeng Pamungkas dalam pesan singkat kepada suaranasional, Senin (4/1). "Robohnya patung Jenderal Sudirman menjadi tanda akan muncul bencana nasional dan perpolitikan makin panas," ungkap Ki Gendeng. Kata Ki Gendeng, Jokowi pun sudah…

Cak Imin Tuding Menteri Yuddy Subjektif dan Pencitraan

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menilai MenPAN RB Yuddy Chrisnandi yang memberikan penilaian buruk menteri dari PKB sifatnya sangat subjektif. "Baru kali ini  sesama mentri saling serang di pubik dg subyektif, pakai peringkat kek, pencitraan kek, kayak pasar aja, jualan sendiri2," kicau Cak Imin panggilan akrab Muhaimin Iskandar di akun Twitter-nya @MuhaiminIskndr. Yuddy menuturkan, penilaian…

Anak Jokowi Sudah Ajari Rakyat Lecehkan Kepala Negara?

Anak Joko Widodo (Jokowi) Kaesang Pangarep yang menyindir ayahnya di akun Twitter dengan kata 'kecebong' menandakan putra bungsunya itu mengajari rakyat Indonesia untuk melecehkan Presiden Indonesia. "Tidak pantas seorang anak di akun Twitter-nya bercanda dengan ayahnya yang juga seorang Presiden dengan menggunakan kata kecebong," kata pengamat politik Muhammad Huda kepada suaranasional, Sabtu (2/1). Menurut Huda,…

Astaghfirullah, Karpet Shalat Diinjak-injak Buat Tarian di HUT Kemenag

Kementerian Agama RI memperingati Hari Ulang Tahun atau Hari Amal Bakti ke-70 yang jatuh pada tanggal 3 Januari 2016 tercoreng dengan adanya karpet shalat yang dijadikan tempat untuk tarian, Minggu (3/1). Salah seorang tweeps atas nama akun @cholilnafis yang merupakan milik Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengunggah sebuah foto. Cuitan @cholilnafis itu…

Membaca Secara Jernih Hukuman Mati Shaikh Nimr Baqir di Saudi

Oleh: Prof Sumanto Al Qurtubi Dosen King Fahd University of Petroleum and Minerals at Dhahran, Saudi Arabia "Kuliah virtual" singkat kali ini tentang eksekusi massal hukuman mati terhadap 47 tersangka gerakan terorisme, separatisme, sektarianisme & ekstremisme yang sedang "heboh". Dari 47 itu, dua nama sangat pupuler: Shaikh Nimr Baqir al-Nimr (tokoh "sayap radikal" Syiah) dan…

Keok di Era SBY, Zaman Jokowi Pembakar Hutan Menang

Masalah kebakaran (Pembakaran) hutan bukanlah perkara baru, itu sudah berlangsung sejak bertahun-tahun yang lalu. Untuk itulah sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pemerintah berusaha untuk melakukan perbaikan demi perbaikan dalam rangka untuk melindungi kelestarian lingkungan hidup termasuk lahan dan hutan. Langkah pertama pemerintah adalah, merevisi UU Nomor 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, lalu…

FPI Ucapkan Perminataan Maaf, Ada Apa?

Akun Twitter resmi Front Pembela Islam (FPI) menuliskan bahwa organisasi yang didirikan Habib Rizieq ini mengucapkan permintaan maaf karena sebuah berita. "Bismillah...Kami mohon maaf atas ulah beberapa oknum laskar kami sbgmn diberitakan dlm media ini > http://bit.ly/1Ssta6K . Demikian, trims," kicau @DPP_FPI. Dan berita itu tidak banyak media yang memberitakan soal FPI. Ternyata berita itu…

Aktivis LGBT dan Pendukung Jokowi Sebarkan Fitnah PNS Kementerian tak Dukung Nawa Cita

  Aktivisi  Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) Hartoyo Medan yang juga pendukung Presiden Jokowi menuding Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak mendukung Nawa Cita. "Sekarang staf-satf di banyak kementerian mulai panik dengan gerakan identitas LGBT. Semua hal yang berkaitan dgan LGBT langsung tolak, tapi ketika diminta secara formal penolakannya, tak mau buat surat penolakan tersebut,"…

Ahok Larang Pengajian, Perayaan Tahun Baru di Monas Dibolehkan

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melarang Monas dijadikan tempat pengajian dengan alasan untuk kebersihan. Namun, Ahok membolehkan Monas dijadikan tempat perayaan tahun baru 2016. Berdasarkan pengamatan suaranasional, kawasan Monas nampak berserakan sampah setelah perayaan malam Tahun Baru 2016. Seorang petugas pembersih sampah, Narto (30) mengaku banyak sampah berserakan di lingkungan Monas. Ia mulai…

Emak Banteng Kekanak-kanakan dan Bukan Negarawan, Ini Alasannya

Pengamat politik Muslim Arbi menilai ketidakhadiran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam peresmian gedung baru KPK karena ada SBY menunjukkan sikap yang tidak dewasa dan kekanak-kanakan. "Megawati bukan negarawan tetapi sifatnya kekanak-kanakan. Ini memalukan bagi bangsa Indonesia," ungkap Muslim kepada suaranasional, Rabu (30/12).  Muslim juga menilai ketidakhadiran itu bisa dimaknai tidak adanya itikad dari Megawati…

Adanya Kapsul Waktu, Bukti Jokowi tak Punya Perencanaan Matang dan Andalkan Pencitraan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membuat kapsul waktu membuktikan mantan Wali Kota Solo itu tidak mampu membuat perencanaan Indonesia secara matang. "Berita itu menunjukan bahwa pemerintah sudah gila akibat tidak mampu untuk merencanakan impian kehidupan masa depan Republik Indonesia," kata pengamat politik dan intelijen John Mempi dalam pernyataan kepada suaranasional, Rabu (30/12). Kata John Mempi,…