Ahok Siap Pakai Rompi Oranye, KPK Akui Ada Dana Penggusuran dari Pengembang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui adanya dana dari pengembang reklamasi yaitu Agung Podomoro Land yang digunakan untuk penggusuran. Wakil Pimpinan KPK Laode M Syarief mengakui ada dana barter dari pengembang yang diduga untuk penggusuran. "Ada beberapa. Dana barter kontribusi dari pengembang yang sedang dipelajari," katanyadi Jakarta, Selasa (17/5). Pernyataan Komisioner KPK ini hampir sama dengan…

Didukung Setnov, Ahok Di belakang Koruptor

Partai Golkar di bawah Setya Novanto (Setnov) akan memberikan dukungan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menandakan mantan Bupati Belitung Timur mendapat pendanaan dari koruptor. "Kalau saya melihat pernyataan Setnov, arahnya Golkar dukung Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2017," kata pengamat politik Sahirul Alem kepada suaranasional, Rabu (18/5). Kata Alem, dukungan Golkar ke Ahok makin membuktikan…

Biaya Miliaran Rupiah, Jembatan Bojong Apung Baru Diresmikan Menteri Puan Mau Ambruk

Jembatan Bojong Apus Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Banten diresmikan Menteri Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani sekitar tiga bulan lalu terancam ambruk. Sebagaiamana laporan dari Indopos, jembatan ini amblas dan dudukan besi penyangga juga melengkung. Sehingga, jika dibiarkan dan tidak segera ditangani jembatan tersebut kemungkinan akan ambruk. Padahal pembangunan jembatan ini…

Ikut Rombongan Jokowi ke Korsel, Ketua KPK Bisa Gadaikan Kasus dan Menyalahi Etika

Ketua KPK Agus Rahardjo yang ikut rombongan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diduga kuat bisa menggadaikan kasus dan termasuk menyalahi etika. "Ketua KPK itu harus independen. Kalau ikut rombongan menandakan ada intervensi Istana ke KPK. Ini sudah menyalahi etika," kata pengamat politik Ahmad Yazid kepada suaranasional, Selasa (17/5). Kata Yazid, dalam rombongan itu patut diduga Jokowi…

Ahok Siap Masuk Penjara Nih, Tempo Akui Data Dana Penggusuran dari Podomoro Valid

Pemimpin Redaksi Koran Tempo Daru Priyambodo mengatakan berita tersebut didasarkan pada sumber yang valid. "Kalau Ahok minta kami membuka sumber berita, itu tidak mungkin. Kami harus melindungi narasumber. Dan sumber kami valid," ujarnya. Setelah berita itu muncul di Koran Tempo, beredar data di kalangan wartawan pada hari berikutnya. Dalam dokumen itu tertulis nama Ahok dalam…

Bacot Doang, Ahok tak Berani Nuntut Tempo

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan tak akan menuntut Tempo ke pengadilan sebagaimana dia katakan sebelumnya. Sebelumnya Ahok mempersoalkan berita di Koran Tempo berjudul Agung Podomoro Seret Ahok yang dimuat pada Rabu, 11 Mei 2016. "Enggak, kami sama Tempo hubungannya baik. Aman, saya udah ngomong sama redakturnya, ada apa ini? Dapat dari mana…

Diberi Penghargaan, Indikasi Jokowi & Istana Mati-matian Bela Ahok

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mendapat penghargaan dari Bappenas dalam bidang perencanaan menandakan Istana mendukung mantan Bupati Belitung. "Kalau dibaca secara politik pemberian penghargaan Jokowi ke Ahok dalam bidang perencanaan menandakan Istana akan mendukung dan melindungi Ahok," kata pengamat politik Muhammad Huda dalam pernyataan kepada suaranasional, Selasa (17/5). Kata Huda, Jokowi membela…

Ahok Sukses Bangkrutkan dan Miskinkan Warga Pasar Ikan

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ikut serta membangkrutkan dan memiskinkan 2 ribu warga pasar ikan. "Sebagai gubernur DKI, Ahok sukses membangkrutkan & memiskinkan 2 ribu orang warga pasar ikan secara serempak," kata pengamat perkotaan Zeng Wi Jian di akun Facebook-nya. Kata Zeng, Ahok melakukan penggusuran terhadap warga pasar ikan menggunakan dana dari Agung…

Parah, Foto Menteri Hanif Dhakiri Duduk Bersimpuh di Depan Megawati

Saat ini beredar di berbagai media sosial Menteri Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri duduk bersimpuh atau dengan posisi kedua belah kaki terlipat ke belakang di hadapan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dari foto itu beberapa pengguna media sosial atau biasa di sebut netizen mengeluarkan kritik sikap yang ditujukan seorang menteri terhadap Megawati. Beberapa menilai sikap kader…

Mantan Panglima TNI Kritik Keras Ahok

Rencana Pemprov DKI Jakarta yang akan menerapkan aturan pelat nomor kendaraan “ganjil-genap” di jalan protokol memunculkan polemik. Tak kurang mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto ikut urun rembug mengingatkan kengototan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu. “DKI mau berlakukan no genap dan ganjil. Sudah kah dipertimbangkan bahwa pajak ranmor (PKB) itu berlaku…

Media Filipina Sebut Peran “Orangnya” Prabowo Subianto Terlibat dalam Pembebasan 4 Sandera WNI

Sebuah media dari Filipina 'Mindano Exminer’ edisi Kamis 12 Mei 2016 berjudul 'Sayyaf frees 4 Indon sailors in Philippines' menuliskan peran "orangnya" Letjen (Purn) Prabowo Subianto, Mayjen (Purn) Kivlan Zein dalam pembebasan empat WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Mindanao Selatan. Media itu juga menceritakan peran Kivlan yang mantan komandan pasukan perdamaian Organisasi Konferensi…

Baru Diresmikan Jokowi, Proyek Kereta Api Borneo Mangkrak dan Tinggal Papan Nama

Proyek kereta api Borneo yang pernah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlihat mangkrak dan hanya papan nama terlihat. Presiden Jokowi melakukan groundbreaking proyek 19 November 2015 lalu. Saat itu acaranya sangat meriah. Saat itu, Jokowi dengan semangat mengatakan, akan mengecek proyek ini tiga sampai empat bulan ke depan. "Saya pastikan 3-4 bulan lagi akan saya…

Presiden di bawah kendali Asing, TNI/Polri Hanya Jadi Tukang Ronda

Presiden yang dikuasai asing menyebabkan intelijennya lumpuh dan bagian keamanan dan pertahanan TNI/Polri hanya sebagai hansip dan tukang ronda. "Kalau jenis presiden suatu negara terkondisi dimanfaatkan dan di bawah kendali asing, maka intelijen negara tersebut jadi uka-uka (hantu-red)," kata pengamat intelijen, Umar Abduh di akun Facebook-nya. Kata Umar, begitu pula TNI/Polri jadi Hansip atau tukang…

NKRI Makin Diinjak-Injak, Penjaga Asing Usir Nelayan di Pulau Reklamasi

Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) makin terinjak-injak di mana ada penjaga asing dalam proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Penjaga asing itu mengusir beberapa nelayan yang mendekat ke proyek reklamasi. "sesampainya kami di Pulau G, kami diusir oleh dua petugas asing berbadan tinggi kekar yang berjaga di situ. Yang satunya orang bule, sedangkan yang lainnya…