KPK Bisa Masuk Dugaan ‘KKN’ Kasus Impor Senjata Polri

Ada kekuatan besar di balik PT Mustika Duta Mas yang mengimpor senjata berat dan amunisi untuk Polri karena sering memenangkan tender pengadaan di lingkungan korps berbaju coklat."DPR perlu membongkar siapa di belakang PT Mustika Duta Mas yang mengimpor senjata berat dan amunisi untuk Polri," kata pengamat politik Ahmad Yazid, Rabu (4/10). Menurut Yazid, ada dugaan…

Kasus Impor Senjata Brimob, Polri Perlu di Bawah Kemendagri

Kasus senjata impor Brimob menandakan Polri harus di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sehingga tidak mempunyai kewenangan berlebihan sebagaimana saat ini yang langsung di bawah Presiden. "Pasca reformasi, Polri merasa punya kekuasaan berlebih sehingga punya anggaran besar sehingga muncul kasus impor senjata berat tanpa koordinasi dengan TNI," kata pengamat politik Muhammad Huda kepada suaranasional, Rabu…

Setnov Menang Praperadilan, Elektabilitas Golkar Terjun Bebas

Elektabilitas Partai Golkar turun ketika Setya Novanto (Setnov) menang praperadilan masih menjabat Ketua Umum partai berlambang Pohon Beringin.Demikian dikatakan pengamat politik Sahirul Alem kepada suaranasional, Rabu (4/10). "Publik akan menilai Golkar menjadi sarang koruptor," ungkap Alem. Kata Alem, masyarakat menilai Golkar tidak punya itikad baik untuk pemberantasan korupsi dengan masih mempertahankan Setnov sebagai ketua umum.…

Jokowi Politisasi Ulama dan Istana untuk Pertahankan Kekuasaan 2 Periode

Joko Widodo (Jokowi) politisasi ulama dan Istana untuk pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. "Ulama datang ke Istana dan menyatakan dukungan ke Jokowi sampai 2024 itu sudah politisasi ulama. Istana bukan untuk membahas politik kekuasaan," kata pengamat politik Muslim Arbi kepada suaranasional, Rabu (4/10). Kata Muslim, ulama seharusnya mengambil jarak dengan penguasa. "Ulama itu untuk semua golongan…

Tuding Ada Adu Domba TNI-Polri, Publik tak Lupa Pendukung Jokowi Hajar Jenderal Gatot

Pendukung penguasa menuding ada upaya adu domba TNI-Polri padahal sebelumnya mereka menghajar Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo setelah pernyataan ada senjata ilegal akan masuk ke Indonesia. "Setelah Jenderal Gatot membongkar senjata yang akan masuk, pendukung Jokowi menuding Panglima TNI main politik dan dihajar, difitnah. Setelah pernyataan Panglima benar, pendukung Jokowi menuding ada upaya adu domba…

Intervensi Kekuasaan, Setnov Bebas

Salah satu wujud nyata dari berkuasanya kekuatan gelap di dalam negara dan di dalam pemerintahan Joko Widodo adalah dibebaskannya Setya Novanto sebagai tersangka korupsi E-KTP melalui sidang pra peradilan.Demikian dikatakan aktivis Petisi 28 Haris Rusli Moti kepada suaranasional, Selasa (3/10). "Akal sehat kita mengatakan, tanpa intervensi dari tangan-tangan kekuasaan, tak mungkin seorang Setya Novanto yang…

Netizen Dukung Jokowi-Setnov di Pilpres 2019

Pengguna media sosial (medsos) sangat antusias mendukung pasangan Jokowi-Setya Novanto (Setnov) di Pilpres 2019. Beberapa akun di Twitter menyindir, Jokowi perlu sosok Setnov yang sakti dan kuat sehingga bisa mengalahkan aparat penegak hukum. "Setnov orang sakti dan kuat, cocok berpasangan buat Pak De Jokowi," kata akun Twitter Kang Sarjono @Sarjana. Hal sama juga dikatakan, Mahmud…

Istri Bung Karno: Soeharto Terlibat Kudeta dan PKI tak Terlibat G30S

Dalam wawancara dengan sebuah televisi swasta beberapa waktu lalu istri Soekarno, Dewi Soekarno mengungkapkan Soeharto terlibat dalam kudeta. Wanita asal Jepang itu mengatakan, Partai Komunis Indonesia (PKI) tidak terlibat dalam peristiwa G30S di mana terjadi pembunuhan terhadap beberapa jenderal. "Kudeta terjadi justru tanggal 11 Maret dengan Surat Perintah 11 Maret yang menghebohkan itu,” kata Dewi…

Biar tak Timbulkan Fitnah, KH Said PBNU Harus Sebut Pemberi Dana Aksi 299

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj harus menyebut nama pemberi dana aksi 299 agar tidak memunculkan fitnah. "Kalau menyebut ada pemberi dana dan tidak menyebut nama, berarti Kiai Said menyebarkan fitnah," kata pemikir Islam, Muhammad Ibnu Masduki kepada suaranasional, Senin (2/10). Menurut Ibnu Masduki, Kiai Said harus menyebutkan nama pemberi dana aksi 299. "Selama…

PDIP Tuding KPK Mirip PKI, Ada Apa?

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menuding KPK mirip PKI karena merasa paling benar tetapi kalah praperadilan melawan Setya Novanto. "Kerja KPK ini mirip organisasi PKI, merasa benar melulu tapi kalah terus," kata politikus PDIP Masinton Pasaribu, Senin (2/10). Masinton menyebutkan putusan praperadilan yang memenangkan Ketua DPR Setya Novanto menjadi salah satu buktinya ada yang salah…