Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang membantah partainya secara resmi memberikan dukungan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menandakan partai berlambang berlambang Banteng moncong putih sedang memainkan drama dan memberikan kode untuk minta uang. Demikian dikatakan pengamat politik Muslim Arbi dalam pernyataan kepada suaranasional, Jumat (19/8). "Mega sudah setuju Ahok-Djarot, otomatis jajaran pengurus PDIP…

Berbagai kebijakan ekonomi Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai terbongkar kebohongannya termasuk target menerimaan pajak. "Kalau Sri Mulyani menyebut target penerimaan pajak sangat ambisius menandakan, Jokowi tak memikirkan secara matang," kata pengamat aktivis politik, Ahmad Lubis dalam pernyataan kepada suaranasional, Kamis (18/8). Kata Lubis, bukan hanya masalah anggaran, target penerimaan pajak pun yang ditarget Jokowi tak…

Nama Alifurrahman menjadi pembicaraan di internet maupun media sosial karena melalui situs seward, ia menulis artikel dengan judul "Ketika Setan Pimpin Doa di Gedung MPR." Terkait tulisannya itu Alifurrahman bisa dikatakan pendukung Joko Widodo (Jokowi). Hal ini terlihat dari Facebook miliknya terpasang foto dia bersama dengan kompasianer (anggota Kompasiana) bersama Presiden Jokowi. Bahkan isi dari…

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjilat ludah sendiri jika Archandra Tahar menjabat Menteri ESDM kembali. "Kalau sampai Archandra jabat Menteri ESDM lagi, ini pertanda Jokowi jilat ludah sendiri," kata pengamat politik Muhammad Huda kepada intelijen, Kamis (18/8). Kata Huda, ada kemungkinan besar Archandra menjabat Menteri ESDM karena didukung Luhut Binsar Panjaitan. "Jokowi tak berdaya menghadapi Luhut,…

Presiden Jokowi yang kebobolan mengangkat warga asing menjadi menteri layak dilengserkan karena terbukti tidak mampu mengurus negara dan pemerintah secara baik. "Perlunya impeachment terhadap presiden. Kebetulan skali Presiden RI kita menunjukkan ketidakmampuannya mengurus negara dengan puncaknya mengangkat menteri yang ternyata WNA," kata aktivis politik Sri Bintang Pamungkas kepada suaranasional, Kamis (18/8). Kata Sri Bintang, warga…

Dukungan PDIP melalui Ketua Umum Megawati Soekarnoputri terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat (Djarot) mempunyai kepentingan untuk Pemilu 2019, Pilpres 2019 dan menguasai ibu kota. "Strateginya Ahok akan berpasangan dengan Jokowi di Pilpres 2019 dan otomatis Djarot yang naik jadi Gubernur DKI Jakarta," kata pengamat politik Muslim Arbi kepada suaranasional, Kamis (16/8). Kata Muslim,…

Media pendukung Joko Widodo atau Jokowi (Jokower) dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (Ahoker) marah terhadap Muhammad Syafi'i yang mimpin doa penutupan sidang Paripurna MPR/DPR 2016. Media Jokower dan Ahoker menyebut setan orang yang mimpin doa tersebut. Media online seward.com memberikan judul "Ketika Setan Pimpin Doa di  Gedung MPR", bacakabar.com judulnya "Ketika Setan Pimpin Doa…

Wartawan senior Mega Simarmata mempunyai catatan kelompok Luhut Binsar Pandjaitan di pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Sebagaimana dikutip dari katakami.com, Mega menyebutkan nama-nama kelompok Luhut di antaranya: Pertama. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Pengangkatan Gatot sebagai Panglima TNI adalah salah. Sebab berdasarkan UU TNI, jabatan Panglima TNI harus dijabat secara bergiliran antar angkatan. Oleh karena Panglima…

Penunjukkan Archandra Tahar menjadi Menteri ESDM dan menimbulkan masalah diduga kuat adanya keterlibatan Luhut Binsar Pandjaitan. “Bukan Cuma Sekali Luhut Menjerumuskan Jokowi Tapi Sudah Berkali-Kali," kata wartawan senior Mega Simarmata di situs katakami.com dalam artikel "Bukan Cuma Sekali Luhut Menjerumuskan Jokowi Tapi Sudah Berkali-Kali" Mega mengatakan, saat ini gencar beredar kabar bahwa jaringan Luhut Pandjaitan…

Kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih layak disebut kabinet oplosan karena sering gonta-ganti anggota. "Namnya kabinet oplosan, pasti nasibnya mirip mobil yang pakai minyak oplosan, pasti mogok di tengah jalan," kata aktivis Petisi 28 Haris Rusly Moti dalam pernyataan kepada suaranasional, Selasa (16/8).Kata Haris, saat ini, ada kemungkinan reshuffle jilid ketiga yaitu Menteri ESDM, Kepala…

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang banyak membuat kesalahan membuat sebagaian pendukungnya mengecam mantan Wali Kota Solo. Pendukung Jokowi yang terdiri dari kalangan intelektual dan media massa mulai siuman terhadap banyak kesalahan yang dilakukan orang nomor satu di Indonesia itu. "Ada perluasan spektrum pengecam jokowi dalam kasus arcandra. Datang dari Media dan partai pendukung serta intelektual.…

Beberapa dedengkot Jaringan Islam Liberal (JIL) yang juga pendukung Jokowi (Jokower) dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (Ahoker) marah terhadap doa yang dipanjatkan HR Muhammad Syafi'i saat sidang Sidang Paripurna MPR/DPR 2016. Dalam doa tersebut HM Syafi'i tidak menyebut pemerintahan Jokowi maupun Ahok tetapi menceritakan kondisi saat ini. Namun, Dedengkot JIL merasa tersindir dengan doa…

Doa penutup dalam sidang Paripurna MPR/DPR 2016 oleh anggota Fraksi Partai Gerindra HR Muhammad Syafi'i membuat geger. Isi doa Syafi'i banyak memberikan kritik terhadap pemerintahan sekarang ini. Bukan hanya itu, Syaf'i pun menyindir kebijakan sebuah rezim yang banyak menggusur. Syafi'i mengatakan, saat ini banyak rakyat yang digusur oleh arogansi aparat negara. Rakyat kehilangan tempat tinggal…

Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin menunjukkan ketegasan kepada publik dengan memperhentikan secara hormat Archandra Tahar dari Menteri ESDM. "Padahal kabarnya saat menghadap Jokowi di Istana, Archandra sudah mau mundur. Kalau mundur terhormat dan Jokowi terpukul karena kecolongan. Agar dianggap tegas, Jokowi lebih milih memperhentikan agar opini yang berkembang Archandra itu yang salah," kata pengamat politik…

Rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin mempercepat UU Dwi Kewarganegaraan sangat berbahaya karena punya kepentingan terhadap China, Yahudi dan AS. "Yang mendukung faham ini terutama China dan Israel/yahudi agar "orang-orangnya" yang tersebar di seluruh dunia (diaspora) dapat menjadi Warga negara ditempat/negara mereka tinggal," kata mantan Menteri Keuangan era Presiden Soeharto Fuad Bawazier dalam pernyataan…