Oleh : DR. Masri Sitanggang Penulis adalah Ketua Gerakan Islam Pengawal NKRI (GIP-NKRI); Wakil Ketua Bidang Ideologi Majelis Permusyawaratan Pribumi Indonesia (MPPII) Seperti tikus got di Papua. Berlagak singa di luarnya. Menjadi Kucing di hadapan anak-anak STM dan SMA. Kembalilah jadi pengayom, negeri ini milik anak-anak kita. Terenyuh betul hati ini. Polisi seperti tikus got,…

Buzzer Joko Widodo (Jokowi) menyerang siapa saja di media sosial dengan tudingan bohong. Buzzer Jokowi @kangdede78 menyerang pakar drone emprit Ismail Fahmi. "Yang saat ini @kangdede78 kepada @ismailfahmi persis seperti yang dilakukan Abi Hasantoso kepada saya dan Faizal Assegaf pada Najwa Shihab," kata sutradara Angga Dwimas Sasongko di akun Twitter-nya @anggasasongko. Kata Angga, buzzer Jokowi,…

Universitas dan sekolah melanggar konstitusi yang memberikan ancaman droup out (DO) untuk mahasiswa serta pelajar yang ikut demonstrasi. "Demonstrasi itu dilindungi undang-undang. Yang memberikan ancaman DO untuk mahasiswa dan pelajar merupakan pelanggaran konstitusi," kata aktivis Malari 74 Salim Hutadjulu kepada suaranasional, Jumat (4/10/2019). Kata Salim, badan PBB untuk anak-anak UNICEF memberikan pernyataan mendukung pelajar Indonesia…

Buzzer Jokowi tidak akan dibubarkan dan gentayangan sebarkan hoaks serta menyerang siapa saja di medua sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram yang dianggap berseberangan dengan penguasa. Demikian dikatakan pengamat politik Muslim Arbi dalam pernyataan kepada suaranasional, Jumat (4/10/2019). "Jokowi merasa terlindungi adanya buzzer," katanya. Kata Muslim, buzzer Jokowi melindungi penguasa dari kritikan di media sosial. "Namun…

Megawati Soekarnoputri menunjukkan bukan negarawan terlihat tidak mau bersalaman dengan Surya Paloh dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Demikian dikatakan pengamat politik Achsin Ibnu Maksum kepada suaranasional, Jumat (4/10/2019). "Megawati menganggap AHY anak SBY. Sedangkan Surya Paloh dianggap banyak mendekte Jokowi termasuk posisi jaksa agung," ungkapnya. Kata Achsin, Megawati tidak pantas menjabat Ketua Dewan Pengarah Badan…

Oleh Mochamad Toha (Wartawan Senior) Saatnya Menertibkan Buzzer, cukup menarik. Ini kali kesekian Tempo menulis berita secara objektif. Tidak ditutup-tutupi. Dalam tulisan ini Tempo menulis buzzer Joko Widodo yang membahayakan. Melansir Tempo, Jokowi harus mengendalikan pendengungnya, yang semakin lama semakin ngawur. Berpotensi merusak demokrasi. Tingkah buzzer pendukung Presiden Jokowi makin lama makin membahayakan demokrasi di…

Aparat kepolisian berubah memberikan keterangan terkait bom yang dimiliki dosen IPB Abdul Basith. Awalnya pihak kepolisian mengatakan bom molotov yang dimiliki Abdul Basith sekarang bom ikan berisi paku. “Bukan bom molotov ya. Itu bom ikan yang didalamnya ada paku,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (3/10/2019).…

Pihak istana membisu ketika ditanya wartawan fakta-fakta buzzer istana kebal hukum walaupun sudah dilaporkan ke polisi. "Saya tidak pada posisi itu ya. Tidak bisa mengomentari itu karena itu sektornya kepolisian," kata Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko kepada wartawan, Kamis (3/10/2019). Menurut Moeldoko, semua proses hukum diserahkan kepada aparat kepolisian. "Menurut kita nggak, tapi menurut…

Hasil investigasi media online merdeka.com dan tirto.id makin membuka fakta adanya keterlibatan oknum polisi dalam membuat grup WhatsApp (WA) siswa STM. "Saya baca investigasi merdeka, tirto makin menunjukkan fakta oknum polisi terlibat membuat grup WA siswa STM," kata pengamat Achsin Ibnu Maksum kepada suaranasional, Kamis (3/10/2019). Menurut Achsin, publik makin tidak percaya bantahan polisi tidak…

Polisi menunjukkan ketidakadilan dengan menangkap siswa STM yang fotonya viral saat demo dan membiarkan buzzer Jokowi menyebarkan hoaks. Demikian dikatakan pengamat politik Muslim Arbi dalam pernyataan kepada suaranasional, Kamis (3/10/2019). "Harusnya polisi itu menangkap penyebar hoaks seperti Denny Siregar, Yusuf Dumdum, Eko Kuntadhi," ungkapnya. Kata Muslim, tindakan polisi yang menangkap siswa STM yang fotonya viral…

Ketua DPD La Nyalla Mattalitti tidak memikirkan rakyat karena baru dilantik menjadi Ketua DPD menjanjikan rumah dinas dan kunker. "Baru dilantik yang dipikirannya pertama, kok nggarong duit rakyat," kata ulama asal Papua Ustadz Fadlan R Garamatan di akun Twitter-nya @fadlannuuwaar. Ustadz Fadlan berkomentar seperti itu menanggapi berita dari kumparan berjudul "Jadi Ketua DPD, La Nyalla…

Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) bisa ditekan PBB melalui Lembaga Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) karena melarang pelajar demonstrasi. "UNICEF sudah mengingatkan pemerintahan Jokowi tidak melarang pelajar berdemo. Jika melarang pemerintah Jokowi bisa ditekan PBB," kata aktivis Malari 74 Salim Hutadjulu dalam pernyataan kepada suaranasional, Rabu (2/10/2019). Kata tahanan politik era Orde Baru ini, demonstrasi bagi…

Pelajar STM tidak perlu disalahkan saat demo karena Presiden Jokowi saja tidak mengetahui UU KPK hasil revisi yang telah disahkan. "Presiden Jokowi sudah tanda tangani RUU KPK tidak tahu isinya. Jangan salahkan pelajar STM yang tidak tahu tema demo," kata pengamat politik Muhammad Huda kepada suaranasional, Rabu (2/10/2019). Menurut Huda, pelajar STM telah menunjukkan kepedulian…

Seorang oknum anggota polisi bernama Azzril Ahmad To memfitnah TNI sebagai pengkhianat bangsa. Di akun Facebook Azzril Ahmad To menuliskan anggota TNI tidak melindungi karena membiarkan demonstrasi melewati batas waktunya.Azzril juga menuding anggota TNI membayar demonstran. Ia memfitnah anggota TNI sebagai dalang adanya aksi unjuk rasa. Bukan hanya itu, ia juga mengajak untuk membubarkan TNI…

Polisi terlihat panik dengan mengatakan akan mengusut yang menuding polisi menyebarkan hoaks WhatsApp pelajar STM. Demikian dikatakan aktivis politik Rahman Simatupang dalam pernyataan kepada suaranasional, Rabu (2/10/2019). "Fakta digital itu tidak bisa dibohongi dan grup WhatsApp STM mengarah ke anggota polisi," ungkapnya. Kata Rahman, buzzer Jokowi menghapus di Twitter setelah ketahuan yang disebarkan itu nomor…