Kebijakan Zulkifli Hasan Membuat Sumatera Banjir dan Longsor

Aktivis lingkungan dan penulis muda Balqis Humaira kembali membuat gaduh jagat maya setelah mengunggah kritik keras yang ditujukan langsung kepada Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. Dalam unggahan bernada marah itu, Balqis menuding kebijakan kehutanan era Zulkifli Hasan sebagai salah satu biang kerok kerusakan hutan di Sumatera, terutama kawasan penting Taman Nasional Tesso Nilo.

Balqis membuka kritiknya tanpa basa-basi, menyebut nama Zulkifli Hasan secara langsung sambil menyoroti apa yang ia sebut sebagai “jejak tinta perusak ekosistem” dari izin-izin kehutanan di masa lalu. Ia menyinggung praktik pencitraan pejabat yang dinilainya kontras dengan dampak kebijakan yang merusak.

“Gue udah bosen liat pejabat senyum manis di depan kamera… tapi di balik senyum itu ada tanda tangan yang bikin hutan Sumatera jungkir balik kayak digilas truk tambang,” tulis Balqis dengan nada geram, Ahad (30/11/2025).

Baca juga:  Mujahid 212: Zulkifli Hasan Melecehkan Islam

Balqis menggarisbawahi Taman Nasional Tesso Nilo sebagai contoh kerusakan paling mencolok. Ia menyebut kawasan yang dulunya mencapai 83 ribu hektare itu kini tinggal serpihan karena pembukaan sawit ilegal dan perambahan yang tak terkendali—kondisi yang menurutnya tak lepas dari izin-izin pelepasan kawasan di era Zulkifli Hasan saat menjabat sebagai Menteri Kehutanan.

“Gue nggak bilang lo yang nebang pohonnya sendiri. Tapi setiap izin itu adalah lampu hijau. Setiap tanda tangan itu mengubah ekosistem.”

Unggahan Balqis juga menyinggung laporan-laporan lembaga lingkungan yang mencatat agresivitas pelepasan kawasan hutan pada masa tersebut. Ia menilai dampak kebijakan itu kini dirasakan langsung oleh masyarakat Sumatera yang kerap terdampak banjir, longsor, hingga konflik satwa liar.

“Ini Bukan Bencana Alam, Ini Bencana Kebijakan”

Balqis secara terang menolak narasi bahwa banjir di Sumatera adalah fenomena alam semata. Ia menegaskan kerusakan hutanlah yang memicu air bah dan bencana hidrometeorologi yang kini terjadi semakin sering.

“Air deras turun tanpa rem karena nggak ada lagi akar pohon yang nahan… Ini bukan marahnya bumi, ini imbas tanda tangan pejabat. Termasuk tanda tangan lo, Zul,” tulisnya.

Baca juga:  Setelah Gabung Jokowi, Korupsi Ketum PAN Zulkifli Hasan Aman

Ia menambahkan bahwa masyarakat kerap menjadi korban, sementara pejabat justru sibuk melakukan pencitraan dan menyalahkan faktor-faktor alam.

Tak hanya menuding pejabat, Balqis juga mengkritik publik yang menurutnya semakin teralihkan oleh gosip selebriti dan drama politik, sehingga lupa memantau kebijakan penting yang berdampak langsung pada lingkungan dan keselamatan warga.

“Aib seleb nggak bikin kampung lo kebanjiran. Tapi deforestasi bikin,” tegasnya.

Menutup kritiknya, Balqis memberikan pertanyaan moral yang ditujukan bagi Zulkifli Hasan terkait konsekuensi kebijakan masa lalu.

“Berapa banyak nyawa lagi yang harus rusak sebelum pejabat mengakui bahwa kebijakan salah arah itu punya konsekuensi?”

Hingga berita ini diturunkan, pihak Zulkifli Hasan belum memberikan tanggapan terkait kritik tajam dari Balqis Humaira tersebut.

 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News