Pemprov Jakarta harus bergerak cepat setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan ada potensi banjir besar di wilayah Jakarta seperti tahun 2020.
“Terkait info BMKG Pemprov Jakarta beserta dinas terkait harus segera gerak cepat dan jadikan informasi ini sebagai alarm untuk mengantisipasi agar banjir besar tersebut tidak terulang kembali di Jakarta. Dimana hal ini merupakan amanat dari PerGub Jakarta No 13 Tahun 2021 tentang Rencana Kontijensi Penanggulangan Bencana Banjir di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2021,” kata Anggota Komisi D DPRD Jakarta Fraksi Gerindra Ali Lubis kepada redaksi www.suaranasional.com, Jumat (6/12/2024).
Soal Potensi banjir besar di Jakarta seharusnya bisa dicegah, sudah begitu banyak anggaran yang dikeluarkan untuk mengantisipasi soal banjir besar ini seperti pembelian pompa dan lain-lain. “Upaya mitigasi juga perlu dilakukan, mulai dari memastikan seluruh pompa air dalam kondisi bagus dan siap pakai, memastikan petugas untuk membersihkan saluran dan gorong-gorong di wilayah rawan banjir serta dipantau secara intensif,” jelasnya.
Kata Ali Lubis, Pemprov DKI beserta jajarannya juga harus meningkatkan komunikasi yang intensif dengan warga terkait langkah mitigasi banjir, termasuk persiapan lokasi untuk evakuasi jika diperlukan. “Sebab dampak banjir besar tentu sangat merugikan masyarakat Jakarta bukan hanya kerugian harta benda, bahkan bisa merenggut nyawa jika tidak di tangani secara maksimal,” ungkap Ali Lubis.
Ali Lubis juga akan mengagendakan untuk memantau dan turun ke lapangan guna mengecek persiapan Pemprov Jakarta dalam penanganan antisipasi banjir besar agar tidak terulang kembali.