by

Sabet 7 Medali dan 2 Perak Atlet Tapak Suci Ponpes Modern MBS Tulang Bawang

Lampung – Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampunh yang sering dikenal dengan (Ponpes MBS Tuba) menyabet tujuh medali dan dua perak dalam ajang Kejuaraan Daerah Pencak Silat Tapak Suci Pimda 087 Lampung Utara. Dalam hal ini bertempat di Blambangan Pagar Lampung Utara, berlangsung selama 4 hari dari tanggal 21 – 24 Oktober 2021. Dan Kejuaraan Daerah tersebut telah diikuti dari berbagai pimda Tapak Suci di Wilayah Lampung, yaitu Lampung Utara, Way Kanan, Tulang Bawang, Tanggamus, Bandar Lampung, Lampung Timur dan Lampung Selatan.

Ustadz Sabiq mengatakan bahwa perolehan delapan medali dan dua perak diraih pada kategori tunggal putra, kelas I putra, kelas G putra mendapatkan medali perak. Kontingen putri MBS Tulangbawang yang mendapatkan medali emas di kelas A putri, kelas i putri, kelas G putri dan kelas tunggal putri. Sementara kelas bebas putri menyabet medali perak.

Dari akumulasi perolehan Tujuh emas dan dua perak tersebut, Tapak Suci Ponpes Modern MBS Tulang Bawang membawa Pimda 224 Tulang Bawang menjadi juara umum 2 di Kejuaraan Daerah Tapak Suci Pimda 087 Lampung Utara. Prestasi yang membanggakan ini tidaklah instan. Melainkan harus melakukan latihan rutin setiap minggu dan tiga minggu setiap hari sebelum para atlit berlaga di gelanggang, ujar Ustadz Sabiq Mukhtar AK, S.Pd.I

Menjadi santri MBS Tulang Bawang selain menjadi penghafal Al-Quran, dan cerdas dalam intelektual, santri akan diolah minat dan bakatnya dibidang prestasi-prestasi non akademisi seperti halnya di bidang pencak silat perguruan Tapak Suci cabang latihan Pondok Pesantren Modern MBS Tulang Bawang. Ujar Ustadz Sabiq Mukhtar AK, S.Pd.I selaku Ketua Pesantren sekaligus Pembina Tapak Suci Pesantren.

Ditegaskan lagi oleh Ustadz Sabiq bahwa prestasi-prestasi ini nantinya menjadi modal para santri, untuk menjadi life skill kedepannya. Yang artinya catatan prestasi mereka menjadi modal beasiswa di kampus-kampus ternama di Indonesia bahkan jika memiliki modal bahasa asing (arab dan inggris) yang diajarkan di pesantren, mereka insyaallah akan bisa masuk ke kampus internasional dengan jalur beasiswa prestasi. (Susilo Aris Nugroho)

Loading...
Loading...

News Feed