by

Suta Widhya: Banyak Cara untuk Kalahkan Israel

Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, kecuali takdir Allah yang tidak bisa dirubah atau dinego. Ibarat kata Adam Malik, “tidak ada yang tidak bisa diatur oleh manusia. (Selagi mau berusaha).”

“Konon Israel memiliki pertahanan anti serangan udara yang disebut iron dome atau disebut kubah besi untuk menangkal serangan roket musuh. Dengan Iron dome serangan roket musuh bisa dihancurkan sebelum mencapai sasaran alias selagi masih meluncur di angkasa,” kata Pengamat Hukum Politik Suta Widhya, Ahad (16/5) sore di Jakarta.

Suta menambahkan bahwa harga Iron dome per unit lumayan mahal karena sampai milyaran dollar. Sebab pertempuran kali ini bisa jadi pasaran Iron Dome bisa menukik anjlok dan bikin bangkrut pabrik pembuatnya.

Sejak 2011 Israel memesan alat ini di Amerika. Beberapa tahun silam serangan roket yang diluncurkan pejuang Hamas tak ada yang sampai di kota yang sasaran tembakan. Untunglah, selama masa damai para Mujahidin Al Qassam berlatih terus dan memikirkan bagaimana caranya menghadapi penangkal roket para mujahidin. Dan akhirnya mereka menemukan kelemahan Iron Dome.

“Rupanya sisi kelemahan Iron Dome adalah hanya mampu menangkis target 70 roket dan setelah itu reload atau ulang cas. Hal ini diketahui oleh Brigade Al-Q4ss4m yang akhirnya ketika serangan kemarin yang diluncurkan pertama adalah roket roket skala ledak kecil berjumlah ratusan sehingga Iron Dome macet karena overload,” Lanjut Suta.

“Siasat Brigade Al Qassam pada mulanya ditertawai oleh kaum Yahudi. Mereka menertawakan serangan roket kecil Pasukan Mujahidin Hamas yang dimuntahkan dari jarak ratusan kilometer itu Namun tawa berubah menjadi tangis ketakutan ketika roket skala besar telah berjatuhan dan meledak mencapai Jantung ibukota Israel! Mereka tidak sangka Tel Aviv pun terkenai rudal kiriman Hamas. Tentu saja tembakan tersebut mengakibatkan beberapa orang tewas seketika dan ratusan lainnya luka luka, papar Suta.

Menurut Suta saat ini Israel belum pernah sesiaga seperti sekarang ini. Bahkan sejak pendudukan 1967, baru kali ini Israel merasa gusar dengan serangan HAMAS. Akibat serangan masif sejak sepekan terakhir ini hampir seluruh aktivitas kota lumpuh. Bahkan penerbangan domestik maupun perjalanan darat dihentikan untuk menghindari korban yang lebih banyak lagi di pisah Israel.

Kini Israel meminta bantuan Amerika untuk menekan dunia internasional agar menekan Hamas menghentikan serangan. Namun kali ini Hamas belum merespon seruan Amerika dan Sekutunya. Kerugian materil yang dialami Israel tak terhitung jumlahnya setelah kota itu lumpuh sejak Sabtu (15/5)kemarin.

Militansi kaum muslimin untuk melakukan perang darat bisa jadi sangat menakutkan Israel. Lihat saja di beberapa video viral di medsos bagaimana anak – anak Palestina sudah biasa dan bisa pegang senjata sejak di bawah 10 tahun. Ini artinya, bahwa bagi Bangsa Palestina perang bukanlah hal menakutkan. Kematian syahid menjadi tujuan hidup mereka. Sementara anak – anak Israel dalam usia yang sama mungkin masih sibuk main Play Station.

“Bila di Indonesia tengah sibuk membakar petasan buatan Cina dan meledakkan Meriam Sundut di kampung – kampung, maka Israel kini sedang kehujanan roket – roket mematikan dari kelompok Hamas,” pungkas Suta.

Loading...
Loading...

loading...

News Feed