by

Pegawai KPK Terancam Dipecat, Waketum PRIMA: Kemarahan Rakyat Bisa Pecah

Kemarahan rakyat bisa pecah dengan berunjuk rasa di jalan-jalan atas pegawai KPK yang terancam dipecat karena tidak lolos tes wawasan kebangsaan.

“Pegawai KPK terancam dipecat, awas kemarahan rakyat bisa pecah,” kata Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Adil Makmur (PRIMA) Alif Kamal di akun Twitter-nya @AlifKamal__.

Ketua Umum PRIMA Agus Jabo mengatakan, nasib KPK setelah dijadikan musuh kekuasaan garong, kemudian dipenjarakan, diamputasi, didemoralisasi, sebentar lagi (mungkin) akan dicabut nyawanya. “Harapan terakhir rakyat itu akhirnya akan sirna juga,” paparnya.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana beranggapan ketidaklulusan sejumlah pegawai dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) telah dirancang sejak awal. Menurut dia, cara tes ini bak episode akhir untuk menghabisi dan membunuh KPK.

“Sinyal tiba pada kesimpulan itu (episode akhir KPK) telah terlihat secara jelas dan runtut,” kata Kurnia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/5/2021).

Kurnia merinci sejumlah peristiwa yang merusak lembaga antirasuah. Mulai dari UU KPK baru, kontroversi kepemimpinan Firli Bahuri, dan sekarang pegawai-pegawai yang dikenal berintegritas diyakini akan disingkirkan.

“Kondisi carut marut ini juga tidak bisa begitu saja dilepaskan dari peran Presiden Joko Widodo dan segenap anggota DPR RI,” nilai Kurnia.

KPK telah menerima hasil tes wawasan kebangsaan sebagai syarat alih status pegawai ke Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“KPK benar telah menerima hasil asesmen wawasan kebangsaan yang diserahkan pihak BKN RI tanggal 27 April 2021,” ujar Plt Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Senin (3/5).

Loading...
Loading...

loading...

News Feed