by

Tak Kirim Karangan Bunga untuk Tragedi Nanggala 402, Pengamat: Buzzer Hanya Mengabdi ke Taipan

Buzzer hanya mengabdi ke taipan dengan tidak mengirim karangan bunga ke Markas TNI atau TNI AL atas gugurnya putra terbaik bangsa di kapal selam Nanggala 402.

“Gerombolan buzzer tidak mengirimkan karangan bunga ke markas TNI atau TNI AL atas gugurnya awak kapal Nanggala 402. Tindakann buzzer itu menunjukkan hanya mengabdi ke taipan,” kata pengamat politik Muslim Arbi kepada www.suaranasional.com, Senin (3/5/2021).

Menurut Muslim, gerombolan buzzer hanya mengirimkan karangan bunga ke Polda Metro Jaya ketika Munarman ditangkap. “Karangan bunga itu duitnya dari taipan semua. Pola yang dilakukan Taipan sama, selalu mengirimkan karangan bunga,” paparnya.

Muslim menilai, publik bisa menilai, buzzer tidak mempunyai jiwa nasionalisme ketika ada tragedi Nanggala 402. “Buzzer itu tergantung kemauan para taipan,” jelas Muslim.

Kata Muslim, taipan pun tidak mempunyai gerakan untuk membantu pemerintah membeli kapal selam. “Padahal para taipan ini telah menggarong uang negara, tapi tidak ada kepedulian terhadap bangsa dan negara,” ungkapnya.

Tragedi Nanggala 402, kata Muslim memperlihatkan kalangan Islam yang mempunyai kepedulian dengan adanya iuran untuk membela kapal selam. “Nasionalisme umat Islam di Indonesia tidak diragukan tetapi selalu dituduh radikal sampai diolok-olok kadal gurun (kadrun),” pungkasnya.

Loading...
Loading...

loading...

News Feed