by

Sejumlah Nakes dan Relawan Belum Terima Insentif Berbulan-bulan

Saat ini sejumlah tenaga kesehatan (nakes) dan relawan mengeluh karena belum menerima insentif selama berbulan-bulan. Ada yang belum mendapatkan insentif sejak November. Namun, ada pula yang belum mendapatkan haknya sejak Desember 2020 hingga April 2021.

Demikian dikatakan Juru Bicara Jaringan Nakes Indonesia dr Fatir M Natsir dalam pernyataaan kepada www.suaranasional.com, Senin (3/5/2021).

Fatir mengatakan, ada informasi bahwa pemerintah mulai membayarkan insentif tenaga kesehatan. Namun pada prakteknya, pencairan insentif yang diberikan hanya untuk satu bulan. Itu pun belum merata pada semua tenaga kesehatan.

Sejumlah perawat di RS milik Pemerintah yang mempekerjakan hampir 1500-an perawat, mengaku belum menerima insentif selama 4 bulan terakhir. Demikian pula tenaga dokter di rumah sakit yang sama, yang berjumlah 249 orang juga belum menerima insentif dalam 4 bulan terakhir.

Menurut Fatir, para nakes yang belum terima insentif bertentangan dengan UU tenaga kerja bagian kedua pasal 88 ayat 1 tentang pengupahan. “Setiap buruh atau pekerja berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi kehidupan yang layak bagi kemanusiaan.”

“Nakes yang belum menerim insentif bertentangan dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia NOMOR HK.01.07/MENKES/4239/2021 tentang pemberian insentif dan santunan bagi tenaga kesehatan yang menangani Corona Virus Disease 2019 (COVID-19),” paparnya.

Jaringan Tenaga Kesehatan Indonesia menuntut hadirnya negara untuk menjamin kehidupan dan kesejahteraan para pekerja kesehatan di Indonesia.

“Negara seharusnya juga menjamin jam kerja layak, ruang kerja yang aman, hingga upah layak bagi pekerja kesehatan. Kami memandang, bahwa pembayaran insentif yang tanpa kepastian, adalah bentuk pengabaian hak-hak kami sebagai pekerja kesehatan,” jelasnya.

Loading...
Loading...

loading...

News Feed