by

Wakil Ketum PRIMA: Belum Temukan Harun Masiku, KPK Harus Malu ke Rakyat Indonesia

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus malu ke rakyat Indonesia karena belum menemukan politikus PDIP yang terlibat dalam dugaan kasus suap Harun Masiku.

Hari gini belum temukan Harun Masiku, malulah sama rakyat Indonesia,” kata Wakil Ketua Umum Partai Adil Makmur (PRIMA) Alif Kamal di akun Twitter-nya @AlifKamal_

Alif mengatakan seperti itu menanggapi kicauan akun Twitter KPK @KPK_RI: Jalan-jalan ke kota bekasi singgah sebentar ke warung nasi. Hari gini masih korupsi malu lah sama anak istri” Selamat Hari Jumat, Semangat pagi pagi pagi!!

Harun Masiku merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait urusan PAW anggota DPR dari PDIP yang meninggal, Nazarudin Kiemas. Bila mengikuti aturan suara terbanyak di bawah Nazarudin, penggantinya adalah Riezky Aprilia.

Namun Harun diduga berupaya menyuap mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan agar dapat menjadi PAW Nazarudin. KPK turut menduga ada keinginan dari DPP PDIP mengajukan Harun.

Ada empat tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini. Selain Harun dan Wahyu, ada nama Agustiani Tio Fridelina, yang diketahui sebagai mantan anggota Badan Pengawas Pemilu dan berperan menjadi orang kepercayaan Wahyu; serta Saeful, yang hanya disebut KPK sebagai swasta.

Harun Masiku kemudian menghilang. Dia diumumkan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 20 Januari 2020.

“Sudah DPO,” kata Ketua KPK Firli Bahuri di kantornya, Jl Kuningan Persada, Senin (20/1/2020).

Loading...
Loading...

loading...

News Feed