by

Klarifikasi Penggunaan Anggaran tak Terduga Covid-19 BPBD Lamongan Rp 2.399.425.00000 Miliar

 

Semua orang pasti tidak mau mengalami bencana atau keadaan yang mengkhawatirkan, Mulai dari angin puting beliung, hujan angin, banjir, tanah longsor atau kebakaran sekalipun.

Langganan banjir yang terjadi di Lamongan terjadi setiap tahunnya ini akibat luapan air sungai yang tidak dapat tertampung hingga masuk ke dalam rumah penduduk. Dari kejadian yang selalu berulang setiap tahunnya diharapkan pemerintah bisa mencari jalan keluar yang terbaik dalam penanganannya.

Apalagi dengan bertambahnya Penanganan bencana nasional yang ada di Kabupaten Lamongan menyisakan pertanyaan besar di masyarakat. Dana yang telah diberikan oleh pemerintah daerah kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Lamongan dengan anggaran sebesar 2.399.425.000,00 diduga bermasalah dan tidak transparan.

Kemarin Jumat, 16 April 2021 sekitar pukul 14.30 kami mengkonfirmasi tentang berita tersebut disambut baik dan kemudian diajak ke ruangannya.

Kepala BPBD Kabupaten Lamongan Mughito mengatakan.” Anggaran total 24. 494.000.00,00 (Dua puluh empat milyar empat ratus sembilan puluh empat juta) rupiah terlalu kecil coba kamu bandingkan dengan kabupaten lain, mereka bisa sampai Rp200 miliar lebih, kita (BPBD) cuma Rp 2 miliar lebih itupun banyak digunakan untuk kebutuhan penanganan Covid-19 dan juga dibagi sama Dinas kesmasy”

Ditambahkan Mughito dana itu sebagian juga dibuat beli dua set alat penyemprotan, karena ketika awal pandemi Covid BPBD menggunakan kendaraan tangki yang di modifikasi.(Rinto Caem)

Loading...
Loading...

loading...

News Feed