by

Kapolres Tasikmalaya Apresiasi Jelajah Kopi Nusantara

Sudah menjadi budaya warga negara Indonesia minum kopi di manapun berada saat santai usai beraktifitas atau sekedar diskusi.

Demikian dikatakan Ahmad Bahar Ketua tim Jelajah Kopi Nusantara di cafe COFFEED 19 Tasikmalaya Jumat (12/3/2021) di hadapan Kapolres Tasikmalaya dan jajaarannya.

Ahmad Bahar mengatakan, Jelajah Kopi Nusantara untuk mengenalkan kepada masyarakat budaya menikmati kopi yang diperkenalkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia.

Kata Ahmad Bahar, Jelajah Kopi Nusantara dalam perjalanan pertama dengan 21 kota bisa menghasilkan sebuah catatan yang bisa diterbitkan dalam sebuah buku.

“Mohon doa agar bisa menghasilkan buku tentang Filosofi Kopi sehingga sejarah keberadaan kopi baik di petani maupun pengusaha sampai dengan konsumen. Sehingga segmen pasar dan tradisi minum kopi menjadi suatu budaya khususnya dalam kalangan para pemangku kepentingan,” paparnya.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono, S.I.K., M.M. CPHR mengapresiasi Jelajaah Kopi Nusantara. Ia mengatakan, minum kopi tidak mengenal strata sosial dan bisa dinikmati semua kalangan.

Ia menceritakan, minum kopi bisa menyelesaikan permasalahan di lapangan. “Pernah saya alami saat menghadapi pendemo dimana waktu itu perselisihan yang mungkin bisa menimbulkan anarkis dengan mencoba hal baru sebelum mereka melakukan aksinya saya mengajak untuk menikmati kopi bersama dengan duduk sejajar dan tersenyum serta mencoba untuk diskusi tentang tujuan aksi. Alhamdulillah ternyata di luar dugaan dengan secangkir kopi mampu menghipnotis mereka dan masalah itu selesai dengan minum kopi bersama,” jelasnya.

Rismsyahtono dalam waktu dekat akan membuka warung kopi di lingkungan Polres Tasikmalaya. “Filosofis kopi itu sangat luar biasa jika kita membuka ruang lebih luas lagi baik secara ekonomi dan bisnis,” ungkkap Rismyahtono.

Selain itu, Rismsyahtono mengatakan, ada pengusaha di desa pinggiran Tasikmalaya yang memproduksi kopi berkelas Internasional. “saya sudah pernah menikmati bagaimana nikmatnya kopi racikan dari penduduk asli,” pungkasnya. (Yunus Hanis Syam)

 

Loading...
Loading...

loading...

News Feed