by

Era Baru di RI: Bersiap 5G Sampai TV Digital di 2022

Kementerian Kominfo memastikan jika siaran digital segera hadir di tanah air. Analog Switch Off akan mulai berlaku pada 2 November 2022.

“Paling lambat dua tahun yaitu pada tanggal 2 November 2020, kita sudah harus menghentikan siaran analog dan kemudian beralih ke digital,” kata Dirjen PPI Kementerian Kominfo, Ahmad Ramli, dikutip Kamis (31/12/2020).

Sambil menunggu siaran digital berjalan seutuhnya, saat ini penyiaran sedang melakukan program simulcast yakni siaran analog dan digital berjalan berbarengan.

Direktur Penyiaran Kementerian Kominfo, Geryantika Kurnia mengatakan sejalan dengan program simulcast pemerintah akan menyiapkan infrastruktur dan ekosistem terkait ASO.

Dia menyebutkan jika program ASO itu tak harus membuat masyarakat membeli tv baru untuk bisa menikmati siaran digital. Sebab hanya perlu perangkat decorder yang dipasang di TV analog.

“Antenanya masih sama, TV-nya enggak usah ganti hanya perlu decorder sekitar Rp150 ribu sekarang,” kata dia.

Lalu apa keuntungannya untuk masyarakat? Geryantika menyebutkan jika siaran tv akan jauh lebih jernih nantinya. Selain itu juga lebih canggih dan interaktif.

Menurutnya perpindahan siaran tv ini merupakan aktivitas digitalisasi terakhir dibandingkan aktivitas lain seperti belanja yang bisa dilakukan melalui e-commerce ataupun transportasi dengan layanan ride hailing.

Implementasi 5G dan Tambah Pemasukan Negara

Program ASO ini ternyata juga berdampak ke implementasi 5G. TV analog yang sebelumnya menggunakan 700 MHz nantinya bisa dimanfaatkan untuk jaringan tersebut.

Dirjen SDPPI menyebutkan pemanfaatannya bisa dilakukan dimulai pada kuartal II-2021. Sambil menunggu berjalan, beberapa daerah yang sudah siap dapat memanfaatkan frekuensi tersebut.

“Dengan begitu operator yang menyiapkan jaringan untuk mendukung 5G sudah bisa membangun coverage band,” kata dia.

Menteri Kominfo, Johnny Plate menyebutkan jika nantinya akan ada digital dividen sebesar 112 MHz yang bisa digunakan untuk kepentingan broadband telekomunikasi.

Selain itu dia juga menyatakan digitalisasi pertelevisian dapat menambah pendapatan negara sampai Rp77 triliun. Johnny mengutip lapioran dari Boston Consulting Group jika digitalisasi penyiaran tahun 2026 juga akan mendorong 181 ribu kegiatan usaha baru dan 232 ribu lapangan kerja baru.

“Digitalisasi penyiaran juga berpotensi memberikan kontribusi pada PDB nasional hingga mencapai Rp 443,8 triliun,” ungkap dia, Rabu (30/12/2020).


(Cnbcindonesia)

Loading...
Loading...

loading...

News Feed