by

PPJNA 98 Puji Dandim Jaksel dalam Penegakan Protokol Kesehatan Covid-19 Terhadap Rombongan Gatot

Dandim Jakarta Selatan Kolonel Inf Ucu Yustia menunjukkan langkah tegas dalam penegakan protokol kesehatan Covid-19 terhadap rombongan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

“Mantap luar biasa ketegasan Dandim Jakarta Selatan terhadap Gatot Nurmantyo dan rombongannya dalam penegakan protokol kesehatan Covid-19,” kata Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 (PPJNA 98) Anto Kusumayuda kepada suaranasional, Kamis (1/10/2020).

Dewan Presidium PPJNA 98 antara lain Dr Asep Ahmad Hidayat M.Si, Acik Munasim SS dan Hendriyatna.

Kata Anto, tindakan yang dilakukan Dandim Jakarta merupakan keberanian dan ketegasan dalam penegakan pelaksanaan protokol kesehatan untuk memutus penyebaran Covid-19.

Baca juga:  Harusnya BIN Juga Sebut Ada Penceramah Non Islam yang Radikal

“Dandim Jakarta Selatan tetap memegang teguh aturan protokol kesehatan Covid-19 walaupun yang dihadapi seorang mantan Panglima TNI. Dandim Jakarta Selatan tidak pandang bulu peraturan harus ditegakan sebagai contoh pada publik masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Sekjen PPJNA 98 Abdul Salam Nur Ahmad mengatakan, sikap keberanian dan ketegasan Dandim Jakarta Selatan patut diapresiasi dan mendapat penghargaan dari pimpinan AD dan Panglima TNI.

“Dandim Jakarta menunjukkan sikap patriot sejati penjaga kedaulatan NKRI semoga diikuti oleh semua jajaran anggota TNI, itu sebagai indikator keberhasilan KSAD dan Panglima TNI dalam membina semua anggota TNI,” ungkapnya.

Baca juga:  Akun Twitter Jubir Jokowi Juga belum Ucapkan Duka Cita Meninggalnya Eks Panglima TNI Djoko Santoso

Abdul Salam sangat prihatatin sikap perilaku tindakan GN dan rombongan semestinya memberikan contoh apalagi sebagai mantan Panglima TNI.

“Apalagi mau berziarah ke TMP Kalibata harus bersih diri penuh keiklasan dan totalitas melaksanakan nilai nilai spritual. Kalau berziarah diiringi dengan sikap arogan dan kebencian itu sebagai pertanda sikap ria ingin mendapat pujian manusia bukan keridhoan Ilahi Rabbi,” pungkasnya.

Loading...
Loading...

loading...

News Feed