by

Beredar Proposal Rp16 Juta PMII Tolak KAMI di Surabaya, Syahganda: Mencoreng Gerakan Mahasiswa

Proposal Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang menolak deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Surabaya telah mencoreng gerakan mahasiswa.

“Kalau benar, sangat mencoreng sejarah gerakan mahasiswa & kaum muda, di mana mahasiswa dan pemuda adalah pencetus nasionalisme kebangsaan Indonesia,” Sekretaris Badan Pekerja KAMI Syahganda Nainggolan di akun Twitter-nya @syahganda.

Syahganda mengatakan, KAMI hanya menghadapi dengan senyuman penolakan deklarasi KAMI di berbagai daerah. “Semua penolakan deklarasi di manapun akan KAMI hadapi dengan senyum,” papar Syahganda.

PC PMII Kota Surabaya didera isu tak sedap. Ini menyusul sikapnya menolak rencana deklarasi KAMI di Surabaya. Kini beredar proposal penolakan atas nama PMII Surabaya dengan cara menggelar diskusi yang berlangsung pada 10 September beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Demi Jilat Jokowi, Ruhut Sebut Remisi Napi Koruptor dari Menkumham Bukan Presiden

Dari proposal yang beredar, kegiatan diskusi publik bertema “Tolak Deklarasi KAMI di Kota Surabaya” itu dilangsungkan Kamis (10/9) pukul 13.00. Dalam proposal kegiatan itu, banyak menyoroti deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi Jakarta Pusat pada 18 Agustus lalu.

Berdasarkan proposal itu, ditulis bahwa, dasar KAMI yang mengatasnamakan gerakam moral dianggap kebohongan besar. Tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar pada kondisi Indonesia saat ini adalah sebagai upaya untuk mengakumulasi gerakan politik tokoh-tokoh yang tidak mendapatkan kekuasaan.

Mereka juga meminta Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim agar tidak mengeluarkan izin acara. Karena gerakan ini dinilai diinisiasi oleh tokoh yang haus kekuasaan.

Baca juga:  Minta Sebutkan Nama Petinggi Polri Bermain, Polisi Sudutkan Novel Baswedan

Selain itu, mereka juga meminta Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Timur untuk ikut menolak kegiatan deklarasi. Karena mempengaruhi masyarakat menjadi pesimis upaya yang dilakukan pemerintah dalam menangani covid-19.

Loading...
Loading...

loading...

News Feed