by

Undang Influencer ke Istana, Pengamat: Jokowi Tutupi Kegagalan Atasi Corona dengan Mengerahkan Buzzer

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menutupi kegagalan mengatasi Covid-19 dengan mengundang influncer di Istana. Influencer ini bisa berfungsi sebagai buzzer.

“Mengundang influencer ke istana merupakan upaya Jokowi menutupi kegagalan dalam mengatasi Covid-19. Influencer yang diundang bertugas sebagai buzzer,” kata pengamat politik Muslim Arbi kepada suaranasional, Selasa (14/7/2020).

Menurut Muslim, anggaran negara hanya digunakan untuk membiayai influencer untuk menutupi kegagalan Jokowi dalam mengatasi corona. “Harusnya pekerja kesehatan yang diutamakan pemerintahan Jokowi,” papar Muslim.

Kata Muslim, Jokowi mengundang influencer di Istana tidak lepas adanya kritikan ke mantan wali kota Solo itu di media sosial. “Saat ini, media sosial khususnya Twitter menjadi sarana untuk mengkritik Presiden Jokowi dan ini membuat penguasa merasa resah,” jelas Muslim.

Baca juga:  Ribut Nih, Jokowi Sebut JK "Kok Ga Kenyang-kenyang Ya"

Jokowi mengundang sejumlah artis Tanah Air ke Istana Negara. Artis yang diundang di antaranya Tompi, Andre Taulany, Butet Kertaredjasa, Cak Lontong, Yovie Widianto, Yuni Shara, Raffi Ahmad, Ari Lasso, Desta, Anji, Gading Marten, Once, dan lainnya.

Butet Kartaredjasa usai pertemuan mengatakan, Presiden Jokowi berharap para pekerja senin membantu Pemerintah dalam menyelamatkan bangsa dari pandemi Covid-19. Setiap orang menggunakan keahliannya masing-masing untuk mengimbau masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan.

“Minimal dengan keahlian masing-masing, para praktisi seni ini menggunakannya untuk mengimbau masyarakat, mengimbau kepada fans-fansnya supaya mematuhi anjuran-anjuran dari Pemerintah,” kata Butet di Istana Negara, Selasa (14/7/2020).

Baca juga:  Nah Lho, Polda Metro Akan Selidiki yang Menolak Kampanye Ahok-Djarot

Selain itu, Butet juga menyampaikan saran kepada Presiden agar Pemerintah hadir untuk membantu para pekerja seni yang terdampak Corona.

“Apa bentuk kehadiran itu, kepada para pelaku seni tradisional. Kira-kira apa negara itu hadir. Kepada penari, pengarang sastrawan, pemain film, kru pekerja seni,” ujarnya.

Loading...
Loading...

loading...

News Feed