by

TKA Cina Dikasih Karpet Merah & ABK Indonesia di Kapal Cina Jadi Mayat, Kezaliman Diperlihatkan Penguasa

Kezaliman diperlihatkan penguasa saat TKA Cina dikasih karpet merah untuk bekerja di Konawe, Sulawesi dan Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang bekerja di kapal Cina jadi mayat dan ditaruh di freezer.

Demikian dikatakan pengamat politik Muslim Arbi dalam pernyataan kepada suaranasional, Jumat (10/7/2020). “Masyarakat menolak TKA Cina tetapi tidak dihiraukan penguasa,” ungkapnya.

Kata Muslim, ABK Indonesia yang bekerja di kapal Cina diperlakukan sangat kejam. “Tidak ada suara protes secara resmi dari pemerintah Indonesia,” jelas Muslim.

Menurut Muslim, pemerintah Indonesia harus menarik seluruh ABK Indonesia yang bekerja di kapal Cina. “Bangsa Indonesia masih membutuhkan ABK untuk dikerjakan di berbagai perusahaan kapal di Indonesia,” ungkap Muslim.

Baca juga:  FUI: Hoax dan Fitnah Ditujukan ke Habib Rizieq

Petugas gabungan menangkap dua kapal ikan berbendera Cina yang di dalamnya banyak mempekerjakan tenaga WNI. Dari 22 orang WNI, satu orang meninggal ditemukan jenazahnya disimpan di peti pendingin alias freezer yang dipakau untuk mengawetkan ikan di kapal itu.

Sebelumnya informasi beredar di medsos yang memperlihatkan ABK WNI tengah menggotong jenazah rekannya.

Akhirnya TNI/Polri bersama instansi lainnya menelusuri informasi tersebut. Apalagi isu perbudakan modern di kapal ikan Cina sedang hangat diperbicangkan di tanah air, setelah video pelarungan jenazah beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Ustadz Abdul Somad Ditolak di Bali, Aktivis Politik: Mana Suara Pembelaan Banser?

Danlantamal IV Tanjungpinang Kolonel Laut (P) Indarto Budiarto menjelaskan, proses penangkapan bermula pada saat Kepala BIN daerah (Kabinda) menginformasikan kepada pihak Polda Kepri terkait kabar dari keluarga salah satu ABK bahwa keluarganya tidak bisa dihubungi.

“Disinyalir terjadi penganiayaan sehingga mengakibatkan yang bersangkutan meninggal dunia,” ujar Indarto seperti diberitakan Batamnews.co.id–jaringan Suara.com, Rabu (8/7/2020).

Loading...
Loading...

loading...

News Feed