by

Minta ke Masjid saat Corona, Pengamat Politik: Gatot Nurmantyo Cari Simpati Umat Islam untuk Pilpres 2024

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mencari simpati umat Islam untuk modal Pilpres 2024 atas pernyataannya meminta ke masjid di saat ada virus Corona.

Demikian dikatakan pengamat politik Achsin Ibnu Maksum dalam pernyataannya kepada suaranasional, Kamis (19/3/2020). “Ada konsultan politik yang meminta Gatot menyatakan, meminta umat Islam tetap ke masjid,” ungkapnya.

Kata Achsin, pernyataan Gatot itu kontraproduktif karena MUI maupun tokoh agama Islam justru meminta umat Islam shalat di rumah.

“Umat Islam Indonesia lebih patuh kepada MUI dan tokoh agama yang mempunyai keahlian agama dalam menyikapi virus Corona,” papar Achsin.

Baca juga:  Kelakuan Biadab Densus 88 Munculkan Terorisme

Achsin mengatakan, Gatot sangat sulit menjadi calon presiden karena tidak mempunyai partai ataupun jabatan di pemerintahan yang bisa dijadikan panggung politik.

“Aktivitas Gatot pun jarang dipublikan di media. Untuk popularitas Gatot masih kalah dengan Anies,” jelas Achsin.

Gatot Nurmantyo menggelorakan gerakan meramaikan masjid dan tetap melaksanakan ibadah salat berjamaah di tengah merebaknya wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Gatot Nurmantyo menggelorakan gerakan meramaikan masjid dan tetap melaksanakan ibadah salat berjamaah di tengah merebaknya wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia. Padahal sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan imbauan untuk mengurangi aktifitas di ruang publik termasuk meminta agar masyarakat melaksanakan ibadah di rumah masing-masing, demi memutus mata rantai penularan.

Baca juga:  Jubir Luhut: 500 TKA China di Sultra untuk Kemajuan Daerah

Seruan Gatot Nurmantyo disampaikan melalui akun media sosial Instagram bercentang biru dengan akun @nurmantyo_gatot. Dalam seruannya, ia menilai ada yang salah dengan pemahaman mengenai pola penanggulangan virus corona (Covid-19) di Indonesia.

“Sepertinya ada yang keliru..?? Di negeri asalnya covid-19-cina, yg penganut paham komunis dan sebagian besar tdk beragama beramai-ramai mendatangi Masjid dan Belajar Berwudhu hingga mengikuti Sholat Berjamaah,” tulis Gatot, Rabu, 18 Maret 2020.

Loading...
Loading...

loading...

News Feed