by

Luthfi Alfiandi Disetrum, Aktivis Malari 74: Wajah Kebrutalan & Kebengisan Rezim Jokowi

Demonstran yang menolak revisi UU KPK Luthfi Alfiandi mengaku disetrum oknum kepolisian menunjukkan wajah kebrutalan dan kebengisan Rezim Joko Widodo (Jokowi).

Demikian dikatakan aktivis Malari 74 Salim Hutadjulu dalam pernyataan kepada suaranasional, Kamis (23/1/2020). “Komnas HAM harus turun membongkar kelakuan oknum polisi yang menyetrum Luthfi,” ungkapnya.

Kata tahanan politik di era Orde Baru ini, pengakuan Luthfi yang disetrum menunjukkan buruknya kinerja kepolisian.

“Mungkin bukan hanya Luthfi yang mendapat perlakuan buruk, beberapa tahanan di kepolisian yang terlibat penolakan revisi UU KPK diduga mengalami kekerasan oleh oknum kepolisian,” jelas Salim.

Baca juga:  Alumni Al Azhar Kairo: Forum Silaturahim Alumni Mesir yang Dukung Prabowo-Sandi Organisasi Ilegal

Salim mengatakan, kasus Luthfi menunjukkan penegakan HAM di era Jokowi makin buruk. “HAM makin buruk di era Jokowi,” kata Salim.

Luthfi mengaku dianiaya polisi saat diinterogasi penyidik Polres Jakarta Barat.

Oleh polisi, Luthfi diminta mengaku telah melempar polisi dengan batu saat aksi demo pelajar STM.

“Saya disuruh duduk, terus disetrum, ada setengah jam lah. Saya disuruh ngaku kalau lempar batu ke petugas, padahal saya tidak melempar. Karena tertekan, makanya saya bilang akhirnya saya lempar batu,” ujar Luthfi kepada Kompas. “Saat itu, kuping saya dijepit, disetrum, disuruh jongkok juga. Waktu itu polisi nanya, apakah benar saya yang fotonya viral. Terus pas saya jawab benar, lalu mereka berhenti menyiksa saya.”

Loading...
Loading...

loading...

News Feed