by

Diduga Korban Perampokan, Ibu Mertua Sekda Lamongan Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah

Lamongan- Hj Rowaini (68) asal Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumah, Jumat malam (3/1).

Diduga kuat korban yang merupakan mertua dari Sekda Kabupaten Lamongan Yuhronur Efendi itu merupakan korban perampokan. “Kita duga menjadi korban perampokan,” kata Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat, usai melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Namun untuk memastikan penyebab kematian korban, polisi masih perlu melakukan identifikasi lebih lanjutan terhadap jasad korban. Sementara dari hasil olah tempat kejadian perkara. Korban mengalami luka dibagian leher dan tangan. “Hasil pemeriksaan sementara korban meninggal dunia di TKP dan terdapat luka di bagian tangan dan kepala korban,” jelas Norman.

Baca juga:  Calon Jamaah Indonesia Harap Bersabar, Tak Ada Tambahan Kuota Haji 2017

Polisi yang datang di TKP juga membawa jasad korban ke Rumah Sakit Muhammadiyah di Lamongan guna untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sedangkan untuk barang-barang korban yang hilang petugas belum bisa memastikan apa saja benda berharga milik korban yang raib digondol maling. “Belum bisa memastikan karena kami harus menghitung jumlah barang bersama keluarganya,” katanya

Untuk dapat mengungkap misteri kasus kematian ini, lanjut Norman polisi akan bekerja secara maraton selama tiga hari kedepan sehingga pelaku pembunuhan bisa segera ditangkap.

“Kami minta waktu tiga hari untuk dapat mengungkap kasus ini, temen-temen wartawan doakan kami semoga bisa secepatnya menangkap pelaku pencurian dengan kekerasan ini,” terangnya.

Baca juga:  Perang Ketupat, Tradisi di Bangka Belitung jadi Inti Acara Menyambut Tahun Baru Islam

Sementara saat ditanya tentang pelaku pembunuhun merupakan orang yang sudah mengenal korban? Tidak tertutup kemungkinan, pelaku tersebut merupakan orang yang kenal dengan korban. “Bisa saja pelaku sebelumnya sudah mengenali korban dan kenal. Tapi sekali lagi kami minta biarkan polisi bekerja selama tiga hari kedepan untuk bisa mengungkap kasus ini,” pungkasnya.(RINTO CAEM)

Loading...
Loading...

loading...

News Feed