by

Nasihat Sejuk Putra Mbah Moen Gus Ghofur Terkait Kasus Sukmawati

Umat Islam harus berada di tengah (moderat) dalam menyikapi kasus pertentangan antara kelompok Islam dengan nasionalis seperti peristiwa Sukmawati.

“Dan sulitnya orang berada di tengah repotnya tidak karu-karuan, dihantam, dihantam kiri. Yang pro Pancasila menghantam, yang pro Islam juga menghantam,” kata putra KH Maimoen Zubair, KH Dr Abdul Ghofur Maimoen (Gus Ghofur) dalam sebuah pengajian di YouTube.

Menurut Gus Ghofur, munculnya kasus Sukmawati karena pertentangan kelompok nasionalis dan Islam.

“Dulu ada Arsewendo Atmowolito masuk penjara gara-gara polling. Sekarang ini ada pertanyaan baik mana Pancasila dengan Al Quran. Sekarang yang fanatik Pancasila itu benci Islam. Sekarang ada Sukmawati itu akibat. Yang satu ngotot A yang satu ngotot B. Sama-sama tidak benarnya,” jelas Gus Ghofur.

Baca juga:  Ketum FPI Diperiksa Kasus Makar, Upaya Pengalihan Isu Revisi UU KPK

Gus Ghofur mengatakan, kebangsaan dan keislaman itu tidak perlu dipertentangkan. Dan saat ini ada yang mempertentangkan dan itu berbahaya akibatnya fatal.

“Hari ini merasakan fatalnya. Ada sejumlah kalangan saya lihat di YouTube untuk menggiring antiPancasila, bagus mana negara Pancasila dengan negara Islam. Orang ditanya repot pertanyaan begitu. Kalau mengatakan bagus negara Islam berarti antiPancasila. Mau bicara begini repot,” jelasnya.

Menurut Gus Ghofur, umat Islam harus menjadi moderat seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

“Berada di tengah (moderat) harus punya integritas yang sulit digoyang seperti Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad tidak disuka orang Hanafi al hanifiyyah, juga tidak disukai orang penyembah berhala. Nabi Muhammad tidak bisa dicacat sama sekali,” pungkasnya.

Baca juga:  Mangkir Pemanggilan Polisi, Gardu Banteng Marhaen: Rocky Gerung Pengecut
Loading...
Loading...

loading...

News Feed