by

Ikuti Pelatihan Otak Bikin Pikiran Lebih Fresh

Brainware Management Generasi 5.0 Menjawab Tantangan Disruptif Abad Otak Dan Milenium Pikiran Abad 21.

Komunitas Neuronesia (Neuronesia Community) ini kali
menggelar “Bedah dan Diskusi Buku Brainware Management” yang ditulis oleh Taufik Bahaudin, praktisi dan Neuronesia Community pelopor Neuromanagement dan A ter
Neuroleadership di Indonesia.

Acara bedah buku ini, Rabu (7/8) siang di CITOS, Jakarta dalam rangka Kemerdekaan Indonesia ke-74 khusus untuk pencinta ilmu neurosains yang menyadari sebagai generasi muda Penerus hendaknya melanjutkan perjuangan pahlawan terdahulu.

Taufik Bahaudin sekaligus pakar dalam Soft Skill yang memiliki hampir 20 Hak Cipta. Taufik Bahaudin yang juga retired dosen senior di FEB-UI memaparkan sekaligus membuka ruang diskusi mengenai buku yang ditulisnya “Brainware Management.

Manajemen Manusia Generasi 5.0” – Menjawab Tantangan Disruptif Pada Abad Otak dan Milenium Pikiran di Abad XXI.

Acara ini diselenggarakan dalam bentuk diskusi dalam Gelombang Alpha, diskusi yang serius tapi santai memenuhi tuntutan How The Brain Learns Best. Kegiatan ini merupakan salah satu ajang kopi darat komunitas Neuronesia dengan khalayak umum.

Acara ini diadakan di MULA, Citos (Cilandak Town Square), Jakarta Selatan. Sebagai moderator, acara akan dipandu oleh Bp. Bambang Iman Santoso – Chief Community Officer (CEO PT Neuronesia Neurosains Indonesia). Hadir juga Bp. Jesse Monintja sebagai salah satu Board of Honor atau Anggota Kehormatan, yang juga dikenal sebagai penemu metoda baru rehabilitasi korban narkoba yang akan memberikan opening speech/remark sebagai pakar senor dalam neuropsikologi.

Baca juga:  Keluarga Besar RSUD Dr. Soegiri Lamongan Mengucapkan Selamat Natal 2018 & Tahun Baru 2019

Konsep “Brainware Management” merupakan salah satu bentuk aplikasi neurosains di bidang manajemen pada umunya dan sumber daya manusia pada khususnya yang mempelajari tentang bagaimana otak dan pikiran berperan sentral dalam menjadikan Sumberdaya Kecerdasan Manusia menjadi suberdaya suatu orgaisasi/perusahaan bahkan masyarakat dan bangsa. Brainware Management dalam konteks pengelolaan dan menjadikan sumberdaya saing tinggi kecerdasan menjelaskan bagaiman bagian terkecil dari otak, disebut neuron (sel saraf), yang terdiri atas badan sel dan kabel-kabel yang disebut axon-neuron berperan dalam menentukan cerdas/tidaknya perilaku/tindakan manusia.

Kualitas kita dalam memanfaatan potensi otak dan pikiran menentukan kualitas perilaku/tindakan kita. Cerdas atau tidaknya tindakan kita ditentukan oleh cerdas/tidaknya kita dalam mebgelola otak dan pikiran. Neurosains mempelajari semua hal yang berkaitan erat dengan fungsi otak, kecerdasan kita (IQ,EQ dan SQ), dan kesadaran manusia.

Brainware Management yang disampaikan Taufik Bahadin sebagai praktisi telah menerapkannya sejak tahun 1995 sebagai praktisi, ingin berbagi melalui buku yag ditulisnya Brainware Management tersebut.

Baca juga:  Horee, Kemendikbud Buka Lowongan CPNS, Buruan daftar!

Sosialisasi edukasi acara ini yang sangat bermanfaat bagi pengembangan diri, keluarga dan masyarakat luas; bermanfaat pula untuk kemajuan bisnis, perusahaan, industri, pemerintah, terutama seperti kita ketahui bersama; di tengah-tengah lingkungan bisnis berubah sangat cepat. Perubahannya yang disruptif, bergejolak, penuh ketidakpastian, rumit, dan membingungkan, serta terlalu banyak muatan perbedaan (diversity).

“Brainware Management, manajemen Manusia Generasi 5.0 menjawab tantangan Disruptif pasca abad Otak dan Milenium Pikiran di Abad XXI,” Jelas Taufik.

“Edisi baru dari buku ini karena adanya rasa ingin berbagi pengalaman berupa tacit knowledge sebagai praktisi melalui explicit knowledge yang begitu kuat,” lanjutnya.

Menurut Direktur Center of Behavior Research & Schema Theraphy Center Indonesia, Jesse A. Monintja, yang diperkenalkan Taufik Brainware Management sebagzi manajemen generasi ke – 5 yang tepat untuk struktur dan fungsi otak yang dikembangkan melalui ilmu neurosains.

“Langkah berani ini merupakan terobosan utama bagi komunitas manajemen, khususnya manajemen SDM yang perlu diamati dan diyakini menjadi bagian perilaku manajemen modern dalam menghadapi teknologi yang eksponensial,” pungkas Jesse.

loading...

Loading...

News Feed