by

Aktivis Politik: Hendropriyono Provokator Munculkan Sentimen AntiArab dan Habib Rizieq

AM Hendropriyono (IST)

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono provokator dan memunculkan sentimen antiarab atas pernyataan yang menyebut keturunan arab dan Habib Rizieq jangan jadi provokator.

“Meminta Habib Rizieq dan warga keturunan arab tidak jadi provokator justru pernyataan Hendropriyono itu sebagai provokator,” kata aktivis politik Rahman Simatupang kepada suaranasional, Selasa (7/5).

Menurut Rahman, pernyataan Hendropriyono itu sangat rasis. “Padahal keturunan arab banyak berjasa terhadap bangsa Indonesia,” kata Rahman.

Kata Rahman, Hendropriyono mengatakan seperti itu mirip provokasi di medsos yang menyebut onta, pergi ke arab untuk orang yang mengkritisi pemerintahan Jokowi.

Baca juga:  Terbongkar, Kebohongan Ahok di Pengadilan

“Pola provokasi yang dilakukan Hendropriyono mirip Abu Janda, Deny Siregar,” papar Rahman.

Sebelumnya Hendropriyono meminta warga keturunan arab dan Habib Rizieq tidak menjadi provokator.

“Saya ingin memperingatkan bangsa Indonesia, WNI keturunan Arab, supaya sebagai elite yang dihormati masyarakat cobalah mengendalikan diri. Jangan menjadi provokator, jangan memprovokasi rakyat. Rakyat kita apa yang dikatakan orang yang dikagumi mereka mengikut saja,” kata Hendropriyono, Senin (6/5) dikutip dari Viva.

Kata Hendropriyono keturunan arab dalam pidatonya bisa menyesatkan rakyat Indonesia. “Bisa tersesat karenanya, itu yang ingin saya ingatkan,” kata Hendropriyono.

Baca juga:  Adminnya Ditangkap, Loyalis Jokowi: Muslim Cyber Army Harus Bubar

Hendropriyono juga menjelaskan, karena kepercayaan masyarakat kepada WNI keturunan Arab, maka apa yang disampaikan akan didengar. Karena itu, ia meminta elite tersebut tahu diri.

“Saya ingatkan, karena di dusun, di desa, masyarakat kita kalau ada orang Arab pidato, bicara semua cium tangan. Kalau China tidak ada yang cium tangan di kampung-kampung. Artinya masyarakat keturunan Arab WNI tahu posisinya yang dimuliakan rakyat, dengan dimuliakannya tahulah dalam posisi yang diharapkan mengayomi. Jangan memprovokasi untuk melakukan politik jalanan, apa pun namanya lah. Tetapi itu di jalan, tidak disiplin,” tuturnya.

loading...

Loading...

News Feed