by

Unik, TPS Berkonsep Pesta Pernikahan di Semarang

Warga RT 02 RW 04 di Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, bergotong royong memiliki cara yang cukup unik untuk menarik warga pada pencoblosan Pemilu 17 April 2019. Mereka mendekorasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan konsep pesta pernikahan.

Tempat mencoblos unik dan nyentrik itu terletak di TPS 9 Kelurahan Sambirejo. Lokasi TPS yang sebelumnya merupakan lahan parkir mobil warga, disulap menjadi panggung pelaminan pernikahan. Namun fungsinya untuk tempat mencoblos.

TPS itu dilengkapi dengan ornamen panggung pernikahan yang cukup megah. Panggungnya cukup besar, hampir 10 meter. Latar belakang panggung terdapat pajangan bunga-bunga warna-warni berpadu dengan lampu hias nan indah.

Ada pula pajangan atung-patung kuda dan angsa yang terbuat dari sterofoam, kolam buatan dan berbagai tanaman yang diletakkan di depan bawah panggung. Tentu menambah kesan cantik dengan langit-langit yang dihias dari kain membentang menambah kesan megah. Ya, TPS ini benar-benar seperti hajatan orang nikah.

Baca juga:  Usut Kasus Bendera Dicopot di Kalibata City, Anies Koordinasi dengan Polisi

Sunarti, ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) TPS 09, menjelaskan bahwa TPS-nya didekorasi ala pernikahan ini bertujuan agar semua warga senang ketika datang untuk mencoblos.

“Dengan dibuatnya konsep unik dalam TPS ini, bisa membuat warga yang terdaftar di TPS bisa antusias datang dan mencoblos memberikan suaranya dalam pemilu,” kata Sunarti kepada VIVA, Selasa, 16 April 2019.

Ia bersama warga bergotong-royong membangun dekorasi itu. Untuk menyiapkan dekorasi itu, diakuinya tak butuh waktu singkat, yakni selama satu minggu.

“Kalau malam banyak yang ikut gotong royong ramai-ramai di sini. Kalau pagi atau siang memang sepi, soalnya sibuk kerja. Bisanya mendekor, ya, malam,” ujarnya.

Baca juga:  KPU Siap Adu Data Suara Pilpres 2019 dengan BPN Prabowo-Sandi

Seorang warga, Atmadji, menjelaskan bahwa ide pembuatan TPS ala pernikahan itu berawal dari kumpulan RT. Setelah dinilai matang, konsep akhirnya dijalankan dan diwujudkan warga RT 02. Masalah pembiayaan dekor, semuanya murni swadaya warga.

“Warga tidak menerima sumbangan atau iuran dari caleg-caleg yang ada. Jadi ini benar-benar dari masyarakat RT 02,” ujar Atmadji.

Pada saat pencoblosan, seluruh panitia di TPS itu bahkan melakukan apel terlebih dahulu bersama warga yang datang awal. Setelah itu, akan digelar makan bersama dahulu sebelum pendaftaran pencoblosan.

“Nanti ada makan bersama dulu, ada soto dan lain-lain. Itu yang mempersiapkan ibu-ibu sini. Jadi memang kampung sini itu guyub, mudah untuk mengkoordinirnya,” ujarnya. [viva.co.id]

loading...

Loading...

News Feed