by

Mohammad Monib, Politisi PDIP yang Rajin Bimbing Muallaf

Banyak pihak menuduh PDI Perjuangan anti Islam, partainya non muslim, tak peduli agama. Stigma negatif, nyinyir & sumpah serapah disodorkan.

Bagi saya salah besar. Tuduhan itu fitnah & kejahatan, lahir dari jiwa kotor. Saya berada di sekitaran langit kekuasaan partai itu. Tentu saya lebih tau dari tukang fitnah itu. Inilah satu2nya partai yang ideologinya terang nasionalistik. Watak ideologinya jelas, terang & berkah.Ideologi Soekarno. Kebangsaan, keislaman & kemanusiaan. Itu aplikatif dalam kehidupan nyata dalam partai.

Bu Mega, Ketum PDIP itu kalau rapat partai membuka dengan Bismillahirrahmanirrahim. Sangat biasa baca assalamualaikum, alhamdulillah, dsb. Sekjen PDIP, Mas Hasto itu Katolik. Bila Ultah saya selalu kebagian memimpin doa dengan cara Islam. Bahkan, menurut Mas Darwin Iskandar, sekretaris pribadi beliau: ” kuburan di rumah Pak Sekjen itu fakta pluralitas. Campuran nisan muslim & katolik”, kisahnya. Ya, keluarga Mas Hasto itu pluralistik. Keluarga Bhineka Tunggal Ika.

Baca juga:  Alhamdulillah, Presiden Jokowi Berhasil Meroketkan Harga Kebutuhan Pokok

Sayang bulan berlalu, saya tak bisa gabung ke rumahnya di Jogja. Saya sibuk turun ke Dapilku, Madura. Waktu itu Pak Sekjen nanggap wayang di rumahnya.

Sebagai muslim NU saya nikmat di PDIP. Tak merasa terhambat & kesulitan melaksanakan aplikasi ideologi keislamanku. Cak Nurian & Gus Durian. Sebagai contoh hal membimbing non muslim, bule atau orang Indonesia masuk Islam. Saya tetap bisa lakukan dengan bebas, enjoy & nyaman. Normal sebagai sebelumnya.

Bulan ini saya membimbing 2 muallaf. Bule & Indonesia. Kemaren pagi bule asal Eropa. Dengan bahasa gado2: Inggris & Indonesia tak menghalangiku untuk membimbing ikrar syahadatain & akad nikah. Silakan lihat & simak video ini. He he he. Maafkan bahasa asingku buruk sekali.

Baca juga:  Ini Video Gus Nur Minta Dirinya Ditangkap Polisi & Tanpa Pengacara

Rasanya, amanat sebagai penyampai Islam jalan hidupku. Menghidupkan pesantren pilihan jalan hidupku. Baik pesantren sendiri, madrasah & pesantren di dapilku wajib saya bela. Partai & jadi politisi tak jadi halangan bagiku. Semoga saya satu2nya politisi PDIP yang menggabungkan kerja politik & dakwah.

Merdeka! Itu salam khas PDIP.

Sumber: FB Mohammad Monib

loading...

Loading...

News Feed