by

MUI Pusat: Kejadian di Papua sebagai Serangan Teroris

KH Cholil Nafis (IST)

Serangan terhadap warga sipil dan anggota TNI di Papua yang mengakibatkan korban meninggal dan luka-luka dilakukan oleh teroris

“Saya lebih senang menyebut peristiwa di Papua itu dengan sebutan teroris,” kata Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis
Cholil Nafis di akun Twitter-nya @cholilnafis.

Kata Kiai Cholil serangan di Papua layak disebut teroris karena sudah jelas mereka meneror bangsa Indonesia yang sedang membangun negeri ini.

“Tugas negara menjamin keamanan dan ketertiban maka segeralah diselesaikan sesuai kerangkan keamanan dan ketahanan negara,” ungkap Kiai Cholil.

Baca juga:  Aktivis Malari 1974: Reuni Alumni 212 Bangkitnya Kekuatan Rakyat Hadapi Penguasa Zalim

Tim evakuasi menemukan tujuh karyawan PT Istaka Karya selamat dari aksi penembakan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Sedangkan korban meninggal dunia yang ditemukan di Puncak Kabo, tak jauh dari lokasi pembangunan jembatan Jalan Trans Papua, tempat para karyawan PT Istaka Karya, kini menjadi 16 orang.

“Jadi kemarin yang ditemukan oleh tim evakuasi ada 16 orang yang dipastikan meninggal dunia. Sedangkan yang selamat bukan 1 orang, tetapi 3 orang,” kata Wakapendam XVII/Cendrawasih, Dax Sianturi, Kamis (6/12/2018).

loading...

Loading...

News Feed