by

Prediksi Kolombia vs Inggris

Adu tembakan penalti menjadi kekhawatiran terbesar manajer Inggris Gareth Southgate jelang laga 16 besar kontra Kolombia di Otkrytiye Arena, Moskow, Rabu (4/7) dini hari WIB. Kegagalan demi kegagalan yang dirasakan skuad “Tiga Singa” di babak tos-tosan tentu tidak mudah dilupakan begitu saja.

Tren ini menguat dan mengejutkan di Piala Dunia 2018, setelah Spanyol disingkirkan tuan rumah Rusia dalam adu penalti. Denmark pun merasakan kemalangan serupa ketika dikalahkan Kroasia.

Bagaimana dengan Inggris? Pengalaman “Tiga Singa” bisa dikatakan traumatik. Mereka bahkan tersingkir enam kali dari 12 turnamen besar terakhir lantaran kalah dalam drama titik putih. Inggris hanya sekali memenangkannya ketika melawan Spanyol di perempat final Euro 1996, yang digelar di Inggris.

Gareth Southgate sendiri merasakan kegagalan melakukan tendangan penalti di Euro 1996. Pada laga semifinal di Wembley melawan Jerman, tendangan Southgate berhasil dijangkau penjaga gawang Andreas Kopke. Kegagalan Southgate membuat Inggris tersingkir.

“Saya sudah beberapa dekade memikirkannya,” kata Southgate seperti dilansir AFP, Senin (2/7).

Southgate masih berada di skuad Inggris pada Piala Dunia 1998 di bawah manajer Glenn Hoddle, yang percaya bahwa adu penalti merupakan lotre – mustahil untuk ditiru dalam latihan. Hasilnya, Inggris kalah dari Argentina lewat adu penalti dan keluar dari perempat final.

“Ini (adu penalti) jelas bukan kebetulan. Ini tentang keterampilan dan butuh waktu untuk belajar dan menjadi sempurna. Tidak pernah ada kesempatan, ini hanya soal mampu melakukannya di bawah tekanan,” kata striker Manchester United Marcus Rashford di markas latihan Inggris di Repino.

Baca juga:  Akhiri PSSI Anniversary Cup 2018, Timnas Indonesia hanya Mampu Bermain Imbang

Inggris telah berlatih penalti sejak Maret. Para pemain berjalan dari garis tengah dan mengambil tembakan. Southgate juga menggunakan analis video dan tes psikometri guna menentukan eksekutor yang paling dapat diandalkan.

“Ada kesempatan di mana Anda bahkan memberitahu penjaga gawang tentang apa yang akan Anda lakukan, sehingga itu harus menjadi penalti yang sempurna,” ujar Rashford.

Kiper utama Inggris Jordan Pickford telah menyelamatkan lima dari 30 penalti selama pertandingan. Sementara, Jack Butland menggagalkan empat dari 25 penalti, dan Nick Pope tiga dari 13 tembakan.

Itu adalah latihan standar bagi penjaga gawang untuk mempelajari kebiasaan lawan mereka, meskipun Pickford gagal mengantisipasi penalti pemain Tunisia Ferjani Sassi di laga pembuka Grup G.

“Pemain yang mencetak gol itu belum pernah mengambil penalti sebelumnya, kemudian saya berpikir ke mana saya harus bergerak. Ujung jari saya di atasnya dan bergerak kea rah yang benar,” kata Pickford.

Kiper Belgia Thibaut Courtois mengatakan, tubuh Pickford yang setinggi 1,85 meter merupakan kerugian. Namun, penjaga gawang Kolombia David Ospina bahkan lebih kecil, yakni 1,83 meter.

Barangkali, Inggris juga sudah mengamati catatan Ospina. Dalam adu penalti, ia hanya menyelematkan tiga dari 38 tembakan, dan satu dari 15 penalti terakhir. Namun, ia membantu Kolombia melewati Peru di Copa America dua tahun lalu, ketika menghentikan penalti Miguel Traugar dengan kakinya.

Baca juga:  Pole Position MotoGP Le Mans Milik Marquez

“Kami tidak bisa mengubah masa lalu, itu sudah hilang. Yang bisa kami nantikan adalah apa yang ada di depan, dan saya rasa kami tidak pernah memikirkan hal semacam itu (kegagalan adu penalti) dengan Inggris. Itu akan membuat Anda sedikit down,” ucap Rashford.

“Kami memahaminya, tapi catatan itu jelas bukan sesuatu yang ada di pikiran kami.”

Rashford bersedia untuk mengambil tendangan penalti, sama halnya seperti Dele Alli. Harry Kane, yang sukses mengeksekusi dua penalti melawan Panama, tentu akan menjadi satu dari lima algojo. Jordan Henderson, Kieran Trippier, dan Kyle Walker juga bisa masuk dalam daftar Southgate.

“Anda harus mengendalikannya. Saya percaya kepada diri sendiri tentang apa yang akan terjadi,” kata Alli.

“Kami harus bekerja keras dalam adu penalti, kami mencoba mengendalikan situasi, bukan sebaliknya. Itu mengubah seluruh pola pikir kami.”

 

Prakiraan Pemain

Kolombia (4-2-3-1)

Ospina; Arias, Yerry Mina, Davinson Sanchez, Mojica; Carlos Sanchez, Uribe; Cuadrado, Quintero, Muriel; Falcao

Pelatih: Jose Pekerman

 

Inggris (3-1-4-2)

Pickford; Walker, Stones, Maguire; Henderson; Trippier, Loftus-Cheek, Lingard, Young; Sterling, Kane

Manajer: Gareth Southgate

 

Tempat: Otkrytiye Arena, Moskow

Waktu: Rabu (4/7), Pkl 01.00 WIB

Loading...
Loading...

loading...

News Feed