by

Delapan Segi Tersentuh oleh Puasa

Oleh: Ariy Hadariy

Puasa merupakan jenis ibadah yang mendidik untuk disiplin. Puasa bukan sekedar menahan lapar, dahaga dan syahwat. Akan tetapi juga menahan lidah dari ucapan kotor, menahan mata dari pemandangan yang tidak sopan, menahan telinga dari pendengaran yang tidak senonoh, menahan tangan dan kaki dari perbuatan tercela, bahkan menahan hati untuk prasangka buruk. Puasa dibarengi dengan membayar zakat fitrah, pembersih bagi orang-yang berpuasa dan pemberi makan bagi orang miskin. Puasa yang seperti inilah yang akan melahirkan manusia taqwa dan membentuk pribadi muslim, paling tidak ada 8 segi yang akan tersentuh oleh nilai filosofi puasa Ramadhan, yaitu :

Pertama segi aqidah. Dengan puasa iman dan takwa semakin bertambah. Rasa lapar dan dahaga semakin merangsang rasa kehadiran Tuhan pada setiap diri. Manusia berpacu melaksanakan perintahNya dan meninggalkan laranganNya.

Kedua segi ibadah. Puasa telah merangsang umat untuk lebih banyak beribadah, disamping pahala yang dijanjikan amat besar, juga menurut sabda Nabi SAW pada bulan puasa pintu syurga dibuka lebar-lebar, pintu neraka ditutup rapat – rapat dan syaitan dibelenggu kuat – kuat sehingga tidak mampu beraksi menggoda manusia.

Baca juga:  Ramadhan, Bulan Pendidikan

Ketiga segi akhlak. Puasa mengajar manusia berlaku sabar dan jujur. Kalau memakan milik sendiri mampu dihindari apalagi memakan milik orang lain. Perangai mulia, sopan santun tampil ke depan.

Keempat segi sosial. Puasa mengajar untuk setia kawan, lapar sama lapar dan dahaga sama dahaga. Manusia tergugah rasa sosialnya untuk membantu kaum dhu’afa, mereka yang lemah dan miskin tiada punya.

Kelima segi hukum. Puasa melatih manusia taat kepada hukum. Ketaatannya bukan karena manusia, tetapi karena Tuhan yang ia yakini Maha Mengetahui dan Maha Melihat. Pengawasan melekat (waskat) berjalan dengan cara diri mengawasi diri dan Pengawas Tertingginya adala Tuhan Yang Maha Tahu.

Baca juga:  Menikah Waktu Ramadhan, Boleh?

Keenam segi ekonomi. Puasa memacu pertumbuhan ekonomi karena pemasaran barang meningkat. Akan tetapi puasa juga mengajarkan hidup hemat dan cermat karena makan dan minum saja diperintahkan agar tidak berlebih – lebihan.

Ketujuh segi kesehatan. Tidak disangsikan lagi bahwa puasa akan membawa kesehatan. Puasa telah merupakan terapi untuk mengobati banyak penyakit masa kini, demikian banyak pakar kesehatan kita mengatakan.

Kedelapan segi pendidikan. Puasa membangkitkan rasa pandai bersyukur. Apalagi kalau kita bersyukur, Allah SWT akan menambah nikmat-Nya. Nabi SAW menjelaskan dalam sabdanya :

Barang siapa yang tidak meninggalkan ucapan-ucapan kotor, tidak menghindari perbuatan – perbuatan tercela, maka tidak sedikitpun hajat disisi Allah SWT terhadap mereka, walaupun mereka telah meninggalkan makan dan minum.

loading...

News Feed