Mantan Wakil KSAD: Damien Kingsbury Dalang Gejolak di Papua

Damien Kingsbury (IST)

Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri mengatakan, akademisi asal Deakin University Australia bernama Damien Kingsbury adalah dalang gejolak di Papua.

“Damien adalah salah satu penasihat kelompok pro kemerdekaan Timtim. Dialah orang yang menyusun langkah-langkah pra-kemerdekaan Timtim,” kata Kiki, Jumat (15/12).

Kiki menceritakan, pada saat dirinya telah pensiun dari TNI sempat diundang dalam acara seminar nasional yang diselenggarakan oleh para purnawirawan tentara Australia, sekitar September 2014 di Melbourne. Seminar yang dihadiri oleh 22 orang pembicara dari beberapa negara tetangga itu bermaksud untuk membingkai sejarah penugasan tentara yang dibentuk Australia di Indonesia.

Baca juga:  Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Pesan Tiket Liburan ke Eropa

“Pada saat seminar itu, Damien Kingsbury menjadi pembicara terakhir. Ketika dia bicara, dia tidak bicara tentang intervert totally. Dia justru bicara tentang Indonesia, tentang hal-hal negatif dalam pemahaman dia,” ingat Kiki.

Lalu, yang menguatkan dugaan campur tangan Damien dalam banyak gejolak di Papua selama ini yaitu analogi yang dipakai Damien. Ia melukiskan situasi Papua sama dengan keadaan Timor Leste saat belum lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kiki menambahkan, saat seminar itu Damien juga mengaku memegang proposal Joko Widodo sebelum dilantik sebagai Presiden RI. Damien menyebut isi proposal itu adalah bagaimana penanganan persoalan di Papua.

Baca juga:  Presiden Akui Ngeri, Pengamat: Rakyat Ngeri Jokowi Mimpin Terus Negeri Ini

“Damien bilang Australia harus membantu. Lalu kami kejar proposal itu, apa isinya, lalu dia jawab berbelit-belit kemudian kami bisa menangkap pada akhirnya bahwa isi proposal itu referendum Papua,” jelas Kiki

Dari semua rekam jejak itu, Kiki menyimpulkan bahwa Damien Kingsbury punya peran untuk menciptakan gejolak di Papua.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *