by

Sudutkan Reuni 212, Fahira Idris Protes Keras Editorial Media Indonesia di Metro TV

Fahira Idris (IST)

Anggota DPD RI Fahira Idris mengkritik keras editorial Media Indonesia di Metro TV yang menyudutkan acara reuni alumni 212 dengan dikatakan kegiatan intoleran.

“Jika memang maksud dalam tulisan editorial ini mengatakan reuni 212 adalah perayaan intoleransi, sangat disayangkan. Ini bukan hanya salah kaprah tetapi tuduhan yang serius,” kata Fahira di websitu pribadinya fahiraidris.id.

Kata cucu matan Ketua Umum MUI KH Hasan Basri ini, Aksi 212 tahun lalu itu ikut dihadiri Presiden dan wapres serta hampir semua petinggi republik ini. “Apa mungkin mereka mau hadir jika Aksi 212 adalah aksi intoleran?” tanya Fahira.

Baca juga:  Pembela Kebhinnekaan Indonesia Akan Laporkan Musisi Frans Mohede ke Polisi

Ia mengatakan, aksi 212 justru sikap tegas umat Islam untuk menggunakan jalur-jalur konstitusional dengan menggelar demonstrasi damai yang memang hak warga negara yang dijamin undang-undang.

Tuntutan aksi 212 adalah segera lakukan penegakkan hukum terhadap penistaan agama yang dilakuan Ahok. Bayangkan aksi yg diikuti 7 juta orang bisa berlangsung tertib tanpa menimbulkan kerusakan sedikitpun bahkan tidak meninggalkan sampah sama sekali.

“Tidak ada alasan memandang aksi 212 dan reuni aksi 212 sebagai perayaan intoleransi. Saya berharap ada penjelasan dari pihak yang mengeluarkan editorial ini,” pungkasnya.

Baca juga:  Metro TV Raih “Apresiasi Pendidikan Islam 2017”, Wartawan Senior: Kemenag Lagi Ngigau & Zaman Edan

 

loading...

Loading...

News Feed