_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/12/","Post":"https://suaranasional.com/2017/12/17/aksi-bela-palestina-mui-serukan-boikot-produk-amerika-serikat/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/12/17/aksi-bela-palestina-mui-serukan-boikot-produk-amerika-serikat/wp-image-1052303609-jpg/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2017/09/26/politik/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Sunday , 17 December 2017
Breaking News
Home > News > Nusron Wahid Puji Bos Lion Air, Ada Apa?

Nusron Wahid Puji Bos Lion Air, Ada Apa?

Rusdi Kirana dan Nusron Wahid (IST)

Kepala Badan Nasional Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid mengatakan, TKI harus meneladani kisah sukses para tokoh. Bos Lion Air yang saat menjadi Dubes di Malaysia Rusdi Kirana dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri contoh yang tepat.

“Kalau kalian mau tahu, Pak Rusdi dan Hanif dua tokoh yang berusaha mulai dari nol. Bahkan Pak Rusdi awalnya penjual tiket, menanjak punya travel, sekarang pesawatnya banyak,” katanya. Nusron berharap TKI yang mengikuti pelatihan agar serius hingga sukses di kemudian hari.

Enno (37 tahun), TKI purna asli Jawa Barat mengaku senang mengikuti pelatihan. Sejak Rusdi Kirana menjadi Dubes Malaysia, kata dia, aktivitas pelatihan semakin banyak. “Kalau pelatihan kali ini lebih enak. Kami dipulangkan dan diberikan modal. Tentu ini sangat baik buat kami, “ujarnya.

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Maizidah Salas menyambut baik upaya KBRI Malaysia, BRI, Kemenaker, Kemendes, dan BNP2TKI untuk memberi pelatihan dan memberdayakan kemampuan TKI purna. Langkah Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana untuk mengembangkan bakat TKI purna sampai titik pemasaran dan penyerapan produk dinilai langka.

Selama ini pemberdayaan TKI hanya sampai proses pelatihan. Program itu dinilainya sebagai ajang membuang anggaran negara padahal tidak bermanfaat dan berdampak positif bagi masa depan TKI purna.

 

loading...
loading...


About Ibnu Maksum