_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/11/","Post":"https://suaranasional.com/2017/11/23/kh-luthfi-bashori-berpakain-islami-imannya-mancung-tinggalkan-pakaian-islami-pesek-imannya/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/11/23/kh-luthfi-bashori-berpakain-islami-imannya-mancung-tinggalkan-pakaian-islami-pesek-imannya/kh-luthfibashori/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2017/09/26/politik/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Thursday , 23 November 2017
Breaking News
Home > News > Asyik Nunggu Pelanggan, 5 Pelacur Terjaring Operasi

Asyik Nunggu Pelanggan, 5 Pelacur Terjaring Operasi

Ilustrasi (IST)

Lima pelacur terjaring operasi Polrestabes Surabaya di makam kembang kuning, Rabu (18/10).

Kelima pelacur adalah Sutiani, 50, warga Desa Bendosari, Pujon, Malang; Lia Dianti, 35, warga Dusun Sumber Bulus, Jember; Sutrani, 55, asal Tuban; Ismiati, 42, asal Wajak, Kabupaten Malang; Halifah, 36, warga Jalan Banyu Urip, Surabaya.

“Kelimanya kami amankan di area makam Kembang Kuning. Kelimanya kami tangkap pada saat sedang menunggu pelanggan di areal Kembang Kuning,” ungkap Kanit Tipiring, Ipda Satriyono, Kamis (19/10). Satriyono menjelaskan selain menjalankan operasi Bina Kusuma 2017, razia yang dilakukan di makam kembang kuning ini lantaran masih adanya praktik prostitusi di lokasi tersebut.

Kepada polisi, Halifah mengaku meski sudah tak seramai dulu, hampir setiap hari masih ada yang datang ke lokasi tersebut. Kebanyakan pelanggan yang datang adalah pria yang tak memiliki banyak uang tapi ingin berhubungan seks. “Sebab sekali kencan, kami meminta bayaran tak lebih dari Rp 50 ribu,” ungkapnya.

Selain tempat yang berada di makam, tarif murah tersebut juga sudah dipertimbangkan lantaran usia PSK sudah kelewat “senior”. “Mendapatkan satu pelanggan sudah seneng, uangnya untuk tambahan biaya hidup,” ungkap ibu satu anak itu. (JP)

loading...
loading...


About Ibnu Maksum