_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/12/","Post":"https://suaranasional.com/2017/12/15/politikus-demokrat-radikalisme-brutal-penegak-hukum-hilangkan-nama-terduga-terima-dana-e-ktp/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/12/15/gardu-banteng-marhaen-bang-japar-ingin-gembosi-suara-jokowi-2019-di-jakarta/bangjapar/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2017/09/26/politik/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Friday , 15 December 2017
Breaking News
Home > Politik > 2 Aktivis Malari 1974 Minta Rakyat Bersatu Libas Penguasa Zalim

2 Aktivis Malari 1974 Minta Rakyat Bersatu Libas Penguasa Zalim

Salim Hutadjulu dan Hariman Siregar (IST)

Salim Hutadjulu dan Hariman Siregar (IST)

Dua tokoh Aktivis Malari 1974 Hariman Siregar dan Salim Hutadjulu mengadakan pertemuan membahas situasi negara saat ini. Mereka meminta semua komponen bangsa melibas penguasa zalim.

Salim mengatakan, pertemuan itu untuk mendukung gerakan mahasiswa dan rakyat dalam menghadapi situasi sekarang ini. “Saat ini, rakyat menghadapi persoalan kebutuhan pokok, semua harga naik akibat kebijakan tidak pro rakyat,” ungkap Salim, Senin (2/10).

Kata Salim, penguasa hanya sibuk pencitraan dengan bagi-bagi sepeda dan beras. “Yang dibutuhkan bukan bagi-bagi beras tetapi kebijakan menurunkan harga pokok, tidak membebankan pajak ke rakyat, hutang negara juga dibebankan ke rakyat” papar Salim.

Salim mengatakan, Rezim saat ini dibungkus dengan citra dukungan media mainstream dan buzzer untuk menutupi kebobrokan. “Rakyat sudah mengetahui penguasa saat ini penuh dengan citra. Semua ditutupi dengan media mainstream yang sudah dikuasainya,” jelas Salim.

Menurut Salim, perlu konsolidasi nasional semua komponen bangsa dalam menghadapi Rezim yang zalim. “Yang mengkritik penguasa langsung dikenai UU ITE, itu sama saja penguasa tidak bisa terima kritik. Negara menuju otoriter,” ungkap Salim.

loading...
loading...


About Ibnu Maksum