_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/10/","Post":"https://suaranasional.com/2017/10/22/pendeta-gilbert-pasang-foto-wanita-berjilbab-dengan-tulisan-mencuri-toleransi/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/10/22/pendeta-gilbert-pasang-foto-wanita-berjilbab-dengan-tulisan-mencuri-toleransi/img_20171022_155513-jpg/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2017/09/26/politik/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Sunday , 22 October 2017
Breaking News
Home > Politik > Tokoh NU Yogyakarta Nilai Isu PKI Dipolitisir

Tokoh NU Yogyakarta Nilai Isu PKI Dipolitisir

KH Abdul Muhaimin (IST)

Isu munculnya Partai Komunis Indonesia (PKI) dan simpatisannya dipolitisir untuk kepentingan politik kekuasaan.

Demikian dikatakan tokoh NU dari Yogyakarta yang juga Pengasuh Ponpes Nurul Ummahat, Kotagede, Yogyakarta, KH Abdul Muhaimin, Sabtu (23/9).

Kiai Muhaimin meminta masyarakat tidak perlu ketakutan dengan kabar adanya kebangkitan PKI.

“Saya tidak begitu khawatir. Tidak perlu masyarakat paranoid dengan PKI,” kata Kiai Muhaimin.

Kata Kiai Muhaimin, isu PKI dipolitisir sejumlah kalangan sehingga memunculkan kegaduhan berlebihan di tengah-tengah masyarakat yang khawatir dengan isu bangkitnya komunisme.

Selain itu, Kiai Muhaimin juga menyoroti para aktivis demokrasi di Indonesia yang disebutnya genit, terlalu memainkan isu yang berkaitan dengan sejarah kelam 1965. Akibatnya muncul respon dari masyarakat dalam menyikapi kegiatan para aktivis tersebut.

“Aktivis genit itu aktivis yang golek gara-gara (mencari masalah). Kalau LBH mengadakan acara (berkaitan dengan sejarah 1965), kan sama saja yang menggoreng (isu). Padahal jelas situasinya tidak menguntungkan, kok buat masalah,” tandas

loading...
loading...


About Ibnu Maksum