_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/11/","Post":"https://suaranasional.com/2017/11/21/kader-ansor-yogya-sebut-si-somad-harus-belajar-dengan-anjing-ketika-bertemu-nabi-nuh/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/11/21/kader-ansor-yogya-sebut-si-somad-harus-belajar-dengan-anjing-ketika-bertemu-nabi-nuh/21617567_1982433655326504_6502287660850633325_n/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2017/09/26/politik/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Tuesday , 21 November 2017
Breaking News
Home > Politik > Jokowi Takut terhadap Myanmar, Ada Apa?

Jokowi Takut terhadap Myanmar, Ada Apa?

Presiden Jokowi (Tibunnews)

Presiden Jokowi (Tibunnews)

Presiden Jokowi baru bertindak dalam mengatasi masalah Rohingnya setelah mendapat desakan warga Indonesia maupun pengguna media sosial.

“Kalau Sukarno saja bisa meninggalkan persahabatan dengan Nehru India, mengapa Jokowi begitu takut terhadap Myanmar? Apakah Jokowi memang membawa agenda internasional untuk menghancurkan umat muslim?” kata komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai dalam keterangannya kepada redaksi, Ahad (3/9).

Di saat suasana tragedi bangsa muslim Rohingya menurut Pigai, sangat naif jika Indonesia diam seribu bahasa. Jokowi berpangku tangan, bahkan ia menangkap kesan membiarkan tanpa intervensi kemanusiaan.

“Kita tidak mampu melakukan perang diplomatik dengan Myanmar. Seharusnya kita tingkatkan tekanan diplomatik untuk menghentikan kejahatan kemanusiaan terhadap umat muslim oleh pemerintah Myanmar,” tegasnya.

Pigai menambahkan, semua negara di dunia ini memiliki kewajiban untuk memerangi kejahatan kemanusiaan sebagai tindakan yang tidak disukai umat manusia di dunia (hostis humanis generis).

“Oleh karena itu tidak ada yang salah kalau bangsa ini secara aktif berperan menciptakan perdamaian abadi di Myanmar Selatan,” pungkas Pigai.

loading...
loading...


About Ibnu Maksum