_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/10/","Post":"https://suaranasional.com/2017/10/22/pendeta-gilbert-pasang-foto-wanita-berjilbab-dengan-tulisan-mencuri-toleransi/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/10/22/pendeta-gilbert-pasang-foto-wanita-berjilbab-dengan-tulisan-mencuri-toleransi/img_20171022_155513-jpg/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2017/09/26/politik/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Sunday , 22 October 2017
Breaking News
Home > Politik > Aktivis Malari 1974: Rakyat Menjerit, Rezim Jokowi Sibuk Pencitraan

Aktivis Malari 1974: Rakyat Menjerit, Rezim Jokowi Sibuk Pencitraan

Salim Hutadjulu (IST)

Salim Hutadjulu (IST)

Rezim Joko Widodo (Jokowi) sibuk pencitraan untuk meraih kekuasaan dua periode di saat rakyat menjerit akibat kebutuhan bahan pokok naik.

Demikian dikatakan aktivis Malari 1974 Salim Hutadjulu kepada suaranasional, Rabu (9/8). “Rakyat sudah tidak dipikirkan negara,” ungkap Salim.

Mantan tahanan politik era Orde Baru ini mengatakan, kebijakan Jokowi yang mencabut subsidi sangat merugikan rakyat kecil. “Dan ada dugaan sebagian dana subsidi untuk dana pencitraan penguasa,” ungkap Salim.

Salim mengkhawatirkan muncul gejolak sosial bila penguasa tidak bisa mengatasi masalah ekonomi. “Seperti Rezim di Venezuela, Presiden Nicolas Maduro sangat populis mirip seperti Jokowi namun ekonominya hancur sehingga rakyat melawan,” papar Salim.

Kata Salim, gejolak sosial sudah terlihat dengan adanya demo yang tidak puas dengan penguasa saat ini. “Hanya tunggu momentum yang tepat sehingga terjadi mobilisasi massa besar-besaran melawan penguasa,” pungkas Salim.

loading...
loading...


About Ibnu Maksum