_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/10/","Post":"https://suaranasional.com/2017/10/20/pemuda-aswaja-pengikut-habib-umar-bin-hafidz-tak-perlu-tersinggung-tulisan-gus-yahya/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/10/20/pemuda-aswaja-pengikut-habib-umar-bin-hafidz-tak-perlu-tersinggung-tulisan-gus-yahya/img_20171020_131828-jpg/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2017/09/26/politik/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Friday , 20 October 2017
Breaking News
Home > Politik > Rizal Ramli: Pasar Sepi Bukan Beralih ke Toko Online

Rizal Ramli: Pasar Sepi Bukan Beralih ke Toko Online

Rizal Ramli (IST)

Daya beli masyarakat Indonesia menurun dan beberapa toko sepi pembeli bahkan tutup bukan disebabkan beralih ke toko online.

“Tidak mungkin pasar sepi gara2 toko online…toko online hanya mungkin untuk barang yg beratnya di bawah 5kg, ongkir mahal,” kata mantan Menteri Koordinator Ekonomi Rizal Ramli di akun Twitter-nya @RamliRizal.

Kata mantan Menko Maritim era Presiden Jokowi ini, daya beli masyarakat turun karena kebijakan makro ekonomi konservatif.

“Ini kok rajinnya ngeles 😁 Online lah penyebab retail anjlok,,.Let get straight, “Kebijakan makro ekonomi super konservatif penyebab anjlok,” ungkap Rizal.

Bahkan pelaku bisnis online dengan akun Twitter @vita_kupit mengakui bisnis online mengalami penurunan. “Daya sebagai pelaku online shop juga sepi kok,” tulis @vita_kupit.

loading...
loading...


About Ibnu Maksum