_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/11/","Post":"https://suaranasional.com/2017/11/21/kader-ansor-yogya-sebut-si-somad-harus-belajar-dengan-anjing-ketika-bertemu-nabi-nuh/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/11/21/kader-ansor-yogya-sebut-si-somad-harus-belajar-dengan-anjing-ketika-bertemu-nabi-nuh/21617567_1982433655326504_6502287660850633325_n/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2017/09/26/politik/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Tuesday , 21 November 2017
Breaking News
Home > Politik > Gerebek Beras Maknyus & Ayam Jago, KH Said Aqil PBNU di Belakang Mentan

Gerebek Beras Maknyus & Ayam Jago, KH Said Aqil PBNU di Belakang Mentan

KH Said Aqil Siradj dan Mentan Andi Amran Sulaiman (IST)

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan berdiri di belakang Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam kebijakan di sektor pangan termasuk menggerebek beras bermerek Maknyus dan Ayam Jago.

“Apa kebijakan, gebrakan (yang dikeluarkan), saya di belakang Pak Menteri,” kata Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj, di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (25/7).

Kata Kiai Said, kebijakan Mentan berpihak pada rakyat untuk mencegah monopoli sektor pangan.

“Beliau siap demi rakyat, petani, ada perubahan dalam hidupnya. Jangan sampai ada monopoli. Harus ada pemerataan, tidak hanya pertumbuhan,” jelas Kiai Said.

Pada kesempatan sama, Menteri Amran mengaku senang didatangi PBNU. Sebab, memberikan semangat, masukan, dan nasihat positif.

“Intinya, bagaimana kita (di sektor, red) pangan ini, kita nikmti bersama, (terwujud, red) ekonomi berkeadilan, keuntungan terdistribusi dengan baik, petani sejahtera, pedagang untung, konsumen senyum bahagia dengan harga stabil,” tuturnya.

Dalam rangka merealisasikan itu, Kementan dan PBNU bersepakat bekerja sama meningkatkan produksi pangan, khususnya jagung, di 10 ribu hektare lahan di Bengkulu dan Lampung.

“Bangunkan lahan tidur, jagungkan lahan tidur,” tukas peraih gelar Doktor Ilmu Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini.

loading...
loading...


About Ibnu Maksum