_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/10/","Post":"https://suaranasional.com/2017/10/24/alumni-yaman-dugaan-kritikan-katib-aam-pbnu-ke-habib-umar-punya-tujuan-baik/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/10/24/alumni-yaman-dugaan-kritikan-katib-aam-pbnu-ke-habib-umar-punya-tujuan-baik/1d1c0a62f473044d47f0092cf539408c-jpg/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2017/09/26/politik/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Tuesday , 24 October 2017
Breaking News
Home > Politik > Aktivis Malari 1974: Rakyat tak Butuh Pencitraan Presiden Jokowi

Aktivis Malari 1974: Rakyat tak Butuh Pencitraan Presiden Jokowi

Salim Hutadjulu (IST)

Salim Hutadjulu (IST)

Saat ini yang dibutuhkan rakyat Indonesia kebijakan yang berpihak pada kalangan bawah bukan pencitraan maupun bagi-bagi sembako.

“Kalau kebijakan bagi-bagi sembako dan sepeda itu pencitraan bukan menyelesaikan masalah kemiskinan di Indonesia,” kata aktivis Malari 1974, Salim Hutadjulu kepada suaranasional, Senin (3/7).

Kata Salim, Jokowi yang terus melakukan pencitraan untuk modal pencapresan 2019. “Semua media mendukung untuk pencapresan Jokowi 2019,” ungkap Salim.

Menurut Salim, Presiden Jokowi harusnya membuat kebijakan yang membantu rakyat miskin. “Justru kebijakan mencabut subsidi namun di saat bersamaan membagi-bagi sembako. Ini sangat bertolak belakang,” papar Salim.

Selain itu, ia mengatakan, kegaduhan politik membuat rakyat makin tidak percaya kepada pemerintah saat ini. “Harusnya pemerintah tidak perlu membuat kegaduhan,” pungkas Salim.

loading...
loading...


About Ibnu Maksum