_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/10/","Post":"https://suaranasional.com/2017/10/24/alumni-yaman-dugaan-kritikan-katib-aam-pbnu-ke-habib-umar-punya-tujuan-baik/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/10/24/alumni-yaman-dugaan-kritikan-katib-aam-pbnu-ke-habib-umar-punya-tujuan-baik/1d1c0a62f473044d47f0092cf539408c-jpg/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2017/09/26/politik/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Tuesday , 24 October 2017
Breaking News
Home > Politik > Aktivis Malari 1974: Sampai Pilpres 2019, Jokowi Terus Akting di Hadapan Rakyat

Aktivis Malari 1974: Sampai Pilpres 2019, Jokowi Terus Akting di Hadapan Rakyat

Salim Hutadjulu (IST)

Salim Hutadjulu (IST)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan terus melakukan akting seperti pemain film sampai Pilpres 2019 agar terpilih lagi dua periode.

Demikian dikatakan aktivis Malari 1974 Salim Hutadjulu kepada suaranasional, Senin (19/6).

Menurut tahanan politik era Presiden Soeharto, Jokowi hanya memikirkan strategi untuk menjadi presiden dua periode.

“Rakyat tidak dipikirkan dan buktinya hanya kebutuhan pokok naik sehingga rakyat menjerit. Janji sewaktu kampanye sampai mau berakhir 2019, belum banyak ditepati,” kata Salim.

Kata Salim, akting Jokowi akan menjadikan seperti dewa penolong yang membagi-bagikan sembako maupun kartu sakti.
“Bukan memberikan kebijakan yang berpihak rakyat, tetapi bentuk pencitraan saja. Kebijakan Jokowi ala Santa Claus bukan mengatasi persoalan rakyat secara mendasar,” papar Salim.

loading...
loading...


About Ibnu Maksum