_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/10/","Post":"https://suaranasional.com/2017/10/19/biarkan-pembentukan-densus-tipikor-jokowi-tak-komitmen-pemberantasan-korupsi/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/10/19/biarkan-pembentukan-densus-tipikor-jokowi-tak-komitmen-pemberantasan-korupsi/d8e5c3b04378bbba022ba09c238012aa-jpg/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2017/09/26/politik/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Thursday , 19 October 2017
Breaking News
Home > Politik > Aktivis Malari 1974: Kartu Sakti Jokowi Memble

Aktivis Malari 1974: Kartu Sakti Jokowi Memble

Salim Hutadjulu (IST)

Salim Hutadjulu (IST)

Kartu Sakti Jakarta seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) tidak mampu mengatasi persoalan bangsa Indonesia.

“Kartu-kartu Jokowi memple karena hanya jadi alat politik pencitraan saja, dan progresnya tidak jelas,” kata aktivis Malari 1974 Salim Hutadjulu kepada suaranasional, Kamis (15/6).

Kata mantan tahanan politik era Presiden Soeharto ini, Rezim Jokowi tidak membangun pemerintah tetapi melakukan pencitraan untuk berkuasa dua periode.

“Kalau mau membangun dan memerintah yang baik tentu tidak ada kenaikan TDL, harga kebutuhan pokok tidak naik,” ungkap Salim. 

Salim mengkhawatirkan ada kemarahan dari rakyat jika Rezim Jokowi tidak bisa mengatasi persoalan saat ini. “Rakyat bisa marah atas kelakukan penguasa saat ini,” pungkas Salim.

loading...
loading...


About Ibnu Maksum