_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/11/","Post":"https://suaranasional.com/2017/11/21/kader-ansor-yogya-sebut-si-somad-harus-belajar-dengan-anjing-ketika-bertemu-nabi-nuh/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/11/21/kader-ansor-yogya-sebut-si-somad-harus-belajar-dengan-anjing-ketika-bertemu-nabi-nuh/21617567_1982433655326504_6502287660850633325_n/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2017/09/26/politik/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Tuesday , 21 November 2017
Breaking News
Home > Politik > China Akuisisi Perusahaan Asing di Indonesia, Bagian Operasi Intelijen

China Akuisisi Perusahaan Asing di Indonesia, Bagian Operasi Intelijen

Presiden Indonesia Joko Widodo menghadiri pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping (REUTERS)

Presiden Indonesia Joko Widodo menghadiri pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping (REUTERS)

Indonesia harus mewaspadai China  mengakuisi beberapa korporasi asing dari Amerika dan beberapa negara Eropa Barat yang beroperasi di bumi nusantara.

Demikian dikatakan pengamat ekonomi dan politik Hendrajit dalam pernyataan di group whatsapp, Kamis (30/3).

Kata Hendrajit, Pada November 2016 lalu, sebuah Komisi Pengkajian Kembali Ekonomi dan Keamanan Amerika-China, merekomendasikan kepada Kongres untuk melarang akuisi perusahaan-perusahaan AS oleh entitas China.

“Sebab menurut kajian komisi tersebut, Partai Komunis China telah menggunakan perusahaan-perusahaan milik negara sebagai alat ekonomi utamanya untuk mewujudkan tujuan dan sasaran strategis keamanan China,” jelasnya.

Menurut Hendrajit, intelijen China nampaknya juga melancarkan operasi intelijen ekonomi melalui strategi akuisisi perusahaan-perusahaan teknologi tinggi di Amerika.

“Dengan begitu, akuisisi perusahaan-perusahaan AS itu, bukan didasari motif bisnis, melainkan untuk tujuan memperoleh akses rahasia teknologi militer,” jelas Hendrajit.

Hendrajit mengingatkan di sektor migas dan energi, manuver China juga memicu kecurigaan, ketika salah satu BUMN migas Cina CNOOC bermaksud mengakuisisi perusahaan minyak AS, UNOCAL.

“Sehingga mengundang tentangan dan kecaman dari kalangan masyarakat AS. Sehingga akhirnya manuver China itu gagal, dan UNOCAL beralih ke dalam kekuasaan Chevron,” paparnya.

Menurut Hendrajit, kalau negara-negara maju di bidang ekonomi seperti AS, Swiss, Kanada dan Australia saja bisa dikuasai China.

“Bisa dibayangkan betapa rawannya matra ekonomi kita jika perusahaan-perusahaan milik negara Cina mengakuisisi perusahaan Indonesia atau perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia,” pungkasnya.


loading...
loading...


About Ibnu Maksum